;

Kesehatan Ginjal bagi Semua

Kesehatan Ginjal bagi Semua

Dunia menghadapi epidemi penyakit ginjal kronis. Namun, kebanyakan orang tidak menyadari telah mengalami gangguan fungsi ginjal. Padahal, selain menurunkan kualitas hidup, penyakit ini juga membebani ekonomi warga dan bisa fatal bagi penderitanya. Penyakit ginjal kerap tanpa gejala. Namun, insidensi dan beban penyakit ini tinggi. Karena itu, menurut Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia Pringgodigdo Nugroho, penapisan awal penting guna menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat komplikasi penyakit ginjal kronis (Kompas, 15/3/2024). Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 850 juta orang di seluruh dunia mengidap beberapa jenis penyakit ginjal. Penyakit ginjal termasuk salah satu penyebab utama kematian. Dalam laman World Kidney Day disebutkan, pada 2019 penyakit ginjal kronis (CKD) memicu lebih dari 3,1 juta kematian. Hal ini menjadikannya menempati peringkat ketujuh dalam hal penyebab utama kematian di seluruh dunia.

Beberapa tantangan yang dihadapi meliputi, antara lain, tingginya beban biaya terapi, terbatasnya akses pengobatan dan tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan primer, kesenjangan informasi seputar penyakit itu, serta lemahnya pencegahan dan diagnosis dini. Penanganan penyakit ginjal menimbulkan beban anggaran kesehatan besar karena biaya tahunan per pasien untuk hemodialisis. Biaya hemodialisis atau cuci darah di AS 88.195 USD, di Jerman 58.812 USD, dan di Belgia 83.616 USD. Di Indonesia, mengutip data BPJS Kesehatan, biaya terapi gagal ginjal meningkat dalam pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pada tahun 2022 mencapai Rp 2,1 triliun dan naik menjadi Rp 2,9 triliun pada 2023. Sejumlah studi membuktikan penapisan bisa efektif menurunkan risiko penyakit ginjal pada tahap akhir, terutama pada populasi berisiko tinggi. Penapisan bisa melalui pemeriksaan laboratorium dasar. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :