;

Nissan dan Honda Coba Tembus Dominasi China

16 Mar 2024 Kompas
Nissan dan Honda Coba
Tembus Dominasi China

Dua raksasa otomotif Jepang, Nissan dan Honda, sepakat menjajaki kemitraan untuk pengembangan mobil listrik. Mereka menjalin kerja sama tersebut setelah pada 2023 posisi Jepang sebagai eksportir mobil terbesar di dunia digeser China dengan ekspor besar-besaran mobil listrik. Kerja sama pabrikan otomotif kedua dan ketiga terbesar di Jepang itu diumumkan di Tokyo, Jepang, Jumat (15/3). Dalam pernyataan bersama, mereka menyebut kemitraan itu untuk mempercepat upaya menuju netralitas karbon, meniadakan kematian akibat kecelakaan lalu lintas, memperkuat teknologi lingkungan hidup dan elektrifikasi, serta pengembangan perangkat lunak. Kedua perusahaan mencapai kesepahaman perlunya menggabungkan kekuatan mereka dan menjajaki kemungkinan kolaborasi di masa depan.

Ruang lingkup studi kelayakan dalam kemitraan itu mencakup perangkatlunak otomotif, komponen inti yang terkait dengan kendaraan listrik, dan produk pelengkap. CEO Nissan Makoto Uchida mengatakan, persaingan produsen otomotif sekarang tidak hanya dengan pembuat mobil tradisional. Persaingan juga terjadi dengan pemain baru. ”Persaingan itu tak akan bisa dimenangi dengan kearifan konvensional dan pendekatan tradisional,” kata Makoto. Merek-merek baru dengan produk inovatif dan model bisnis baru ini, kata Uchida, menciptakan terobosan ke pasar otomotif. Langkah itu didukung dengan memanfaatkan daya saing harga yang luar biasa dan kecepatan. Selama ini,pabrik otomotif Jepang lebih fokus pada kendaraan hibrida, yaitu gabungan tenaga baterai dan mesin pembakaran internal, yang populer di Jepang, menyumbang 40 % penjualan pada 2022.

Namun, di luar Jepang, tren mobil listrik terus mendominasi. Pada 2022, hanya 1,7 % mobil listrik yang terjual di Jepang. Pada 2022, penjualan kendaraan listrik di China menyumbang 20 % penjualan mobil baru. Bahkan, pada 2023, untuk pertama kalinya, China menggeser posisi Jepang sebagai eksportir mobil terbesar di dunia berkat penjualan kendaraan listrik. China mempunyai sejumlah produsen kendaraan listrik, di antaranya BYD dan Wuling. Data dari organisasi perdagangan Jepang yang dirilis pada Februari lalu menunjukkan ekspor mobil Jepang pada 2023 naik 16 % dari tahun sebelumnya menjadi 4,42 juta kendaraan. Namun, tertinggal dari China yang mengalami peningkatan 58 % menjadi 4,91 juta kendaraan. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :