Nissan dan Honda Coba Tembus Dominasi China
Dua raksasa otomotif Jepang, Nissan dan Honda, sepakat
menjajaki kemitraan untuk pengembangan mobil listrik. Mereka menjalin kerja
sama tersebut setelah pada 2023 posisi Jepang sebagai eksportir mobil terbesar
di dunia digeser China dengan ekspor besar-besaran mobil listrik. Kerja sama
pabrikan otomotif kedua dan ketiga terbesar di Jepang itu diumumkan di Tokyo,
Jepang, Jumat (15/3). Dalam pernyataan bersama, mereka menyebut kemitraan itu
untuk mempercepat upaya menuju netralitas karbon, meniadakan kematian akibat
kecelakaan lalu lintas, memperkuat teknologi lingkungan hidup dan elektrifikasi,
serta pengembangan perangkat lunak. Kedua perusahaan mencapai kesepahaman
perlunya menggabungkan kekuatan mereka dan menjajaki kemungkinan kolaborasi di
masa depan.
Ruang lingkup studi kelayakan dalam kemitraan itu mencakup
perangkatlunak otomotif, komponen inti yang terkait dengan kendaraan listrik,
dan produk pelengkap. CEO Nissan Makoto Uchida mengatakan, persaingan produsen
otomotif sekarang tidak hanya dengan pembuat mobil tradisional. Persaingan juga
terjadi dengan pemain baru. ”Persaingan itu tak akan bisa dimenangi dengan
kearifan konvensional dan pendekatan tradisional,” kata Makoto. Merek-merek
baru dengan produk inovatif dan model bisnis baru ini, kata Uchida, menciptakan
terobosan ke pasar otomotif. Langkah itu didukung dengan memanfaatkan daya saing
harga yang luar biasa dan kecepatan. Selama ini,pabrik otomotif Jepang lebih
fokus pada kendaraan hibrida, yaitu gabungan tenaga baterai dan mesin
pembakaran internal, yang populer di Jepang, menyumbang 40 % penjualan pada 2022.
Namun, di luar Jepang, tren mobil listrik terus mendominasi.
Pada 2022, hanya 1,7 % mobil listrik yang terjual di Jepang. Pada 2022,
penjualan kendaraan listrik di China menyumbang 20 % penjualan mobil baru.
Bahkan, pada 2023, untuk pertama kalinya, China menggeser posisi Jepang sebagai
eksportir mobil terbesar di dunia berkat penjualan kendaraan listrik. China
mempunyai sejumlah produsen kendaraan listrik, di antaranya BYD dan Wuling.
Data dari organisasi perdagangan Jepang yang dirilis pada Februari lalu
menunjukkan ekspor mobil Jepang pada 2023 naik 16 % dari tahun sebelumnya
menjadi 4,42 juta kendaraan. Namun, tertinggal dari China yang mengalami
peningkatan 58 % menjadi 4,91 juta kendaraan. (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Optimalkan Kekuatan Ekonomi Domestik
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023