;

Singapura Catatkan Kelahiran Terendah Sepanjang Sejarah

Singapura Catatkan
Kelahiran Terendah
Sepanjang Sejarah

Angka kelahiran total di Singapura untuk pertama kalinya dalam sejarah berada di bawah 1, yaitu tepatnya 0,97. Angka kelahiran total yang terus menurun kian menambah tantangan demografi di negara itu karena terjadi bersamaan dengan populasi penduduk yang kian menua. Indranee Rajah, Menteri pada Kantor PM Singapura, Rabu (28/2) menyatakan, angka kelahiran total merupakan jumlah rata-rata bayi yang dilahirkan seorang perempuan selama masa reproduksinya. Dalam lima tahun terakhir, grafik angka kelahiran total Singapura terus menurun. Pada 2019, angka kelahiran total negara itu 1,14. Lalu, pada 2020, angka itu 1,1. Kini, angka itu hanya sebesar 0,97. Tren penurunan angka kelahiran itu juga terjadi di negara maju lainnya, yaitu Korea Selatan dan Jepang. Di Korsel, angka itu kini mencapai 0,72 atau rekor terendah.

Menurut Rajah, ada sejumlah faktor yang membuat angka kelahiran total itu turun. Ia menyebut pandemi Covid-19, yang mengganggu rencana pernikahan ataupun kelahiran, sebagai salah satu faktornya. Seperti di banyak negara maju lainnya, penurunan angka kelahiran total mencerminkan perubahan prioritas dari generasi ke generasi. Kaum muda bisa jadi tidak lagi menganggap memiliki anak sebagai hal yang penting. Rendahnya angka kelahiran total, imbuhnya, berimplikasi serius pada masa depan Singapura. ”Dengan lebih sedikit kelahiran, kita akan menghadapi penyusutan angkatan kerja. Hal itu membuat upaya untuk mempertahankan dinamisme, menarik bisnis global, dan menciptakan peluang bagi generasi berikutnya makin sulit,” katanya kepada The Straits Times.

Untuk menjaga angka kelahiran total, ujarnya, pemerintah menempuh sejumlah cara, salah satunya pembekuan sel telur secara elektif. Sejak diizinkan pada Juni 2023, sekitar 200 perempuan telah melakukan pembekuan sel telur elektif yang dilakukan karena alasan nonmedis. Sebelumnya, perempuan hanya boleh membekukan sel telurnya karena alasan medis. Lalu, untuk mendukung orangtua agar mau memiliki bayi, menurut Rajah, Pemerintah Singapura mulai menerapkan cuti ayah berbayar pada 1 Januari 2024. Setiap ayah berhak atas cuti empat minggu atau bertambah dari sebelumnya selama dua minggu. Pemberi kerja yang bersedia memberikan cuti tambahan itu akan mendapat kompensasi dari pemerintah. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :