;

EKSPEDISI RUPIAH BERDAULAT, Sisi Lain Maratua, Pulau Terpencil yang Menghadap Dua Negara

Lingkungan Hidup Yoga 29 Feb 2024 Kompas
EKSPEDISI RUPIAH BERDAULAT, 
Sisi Lain Maratua, Pulau Terpencil
yang Menghadap Dua Negara

Pada pukul 09.30 Wita, sejumlah warga mulai mengisi kursi-kursi kosong di balai Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Kaltim, Senin (26/2). Tak lama, rombongan perwakilan BI, TNI AL, dan Baznas yang sedang menempuh Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2024 di wilayah terluar, terdepan, dan terpencil (3T) pun datang. Berti (64), warga Desa Teluk Harapan, Kecamatan Maratua, baru saja tiba. Seorang prajurit berseragam loreng abu-abu mengantarkan nenek dengan tiga cucu tersebut ke depan meja kasir layanan penukaran uang di balai kecamatan. Sesampainya di meja kasir, Berti merogoh tas, selembar demi selembar uang-uang lusuh dari dalamnya dan diletakkannya di atas meja. Petugas kasir pun menghitung jumlah nominal uang lusuh milik Berti dan menumpuknya di salah satu sudut.

Uang-uang itu terdiri dari berbagai macam pecahan, dari Rp 1.000, Rp 2.000, hingga Rp 50.000. Secara keseluruhan, uang lusuh itu bernilai Rp 150.000. Petugas kasir segera mengambil beberapa pecahan uang layak edar tahun emisi 2022 dan memberikan kepada Berti. Sehari-hari berdagang bubur di kompleks TK, tidak jarang Berti menerima uang dalam kondisi lusuh. Wajar, anak-anak kerap menyimpan uang secara asal-asalan di dalam kantong. Kini dagangan Berti tidak seramai sebelumnya. Kenaikan harga beras telah memaksanya menaikkan harga bubur yang dijualnya. Harga beras medium menembus Rp 400.000 per 25 kg atau Rp18.000 jika dijual per kg. Padahal, rata-rata harga beras medium nasional per 26 Februari 2024 dibanderol Rp 14.300 per kg. Menurut Berti, harga beras di Maratua biasanya Rp 17.000 per kilogram.

Sukanto (64) juga merasakan hal serupa. Harga bahan pokok, terutama beras, dirasakannya lebih tinggi ketimbang kebutuhan lain. Maratua merupakan salah satu dari 31 gugus pulau di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kaltim. Sebagai pulau 3T, Maratua terletak di Laut Sulawesi yang berbatasan dengan Sabah di Malaysia timur dan Filipina bagian selatan. Untuk sampai ke sana, hanya ada dua akses, yakni melalui jalur laut dengan perahu cepat (speedboat) dan melalui jalur udara dengan penerbangan perintis. Camat Maratua Ariyanto menjelaskan, Pulau Maratua sebagai wilayah terluar sekaligus perbatasan menghadapi permasalahan utama, yakni keamanan. Di sisi lain, ketahanan pangan menjadi isu di pulau tersebut, lantaran pulau ini memiliki kultur tanah yang tidak memungkinkan untuk bercocok tanam. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :