Waspada, Beban Keuangan BUMN Tambang Menjulang
Holding BUMN Pertambangan, Mind Id alias Inalum, mesti
mewaspadai prospek bisnis dan kondisi keuangan anak usahanya di tengah wabah
korona (Covid-19) dan kelesuan ekonomi, Lembaga pemeringkat global, Moody's Investors
Service menurunkan outlook Inalum menjadi negatif dari sebelumnya
stabil, hal ini dikarenakan pelemahan operasional bisnis kinerja beberapa anak
usahanya seperti PT Timbah Tbk (TINS) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), yang terutama
dipicu kontraksi margin di tengah kelesuan harga komoditas. Meski begitu, hal
ini tidak mengubah peringkat Inalum dan obligasi seniornya, yakni tetap Baa2.
Meski demikian, manajemen Mind Id meyakinkan
bahwa kondisi kas holding tetap kuat di tengah tekanan pasar dan harga
komoditas. Corporate Secretary Mind Id Rendi A. Witoelar mengatakan,
posisi kas holding lebih dari Rp 20 triliun. "Akses ke perbankan
dan bond market juga masih bagus," kata dia, kemarin, yang
meyakini anak usaha Mind Id mampu mengelola utang dengan baik. Senada dengan ini, Sekretaris Perusahaan TINS,
Abdullah Umar juga optimistis mampu mengelola utang "Kami sudah menurunkan
utang bank saat ini menjadi sekitar Rp 6,5 triliun," ungkapnya.
Tags :
#TambangPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023