Akuisisi Yang Tidak Berujung ke Alih Kendali
Setelah melalui pembahasan yang panjang, divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tuntas pada Senin (26/2). Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya Dokumen Transaksi Pengambilalihan.
Saham Divestasi Vale Indonesia oleh Mind Id, Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Industri Pertambangan, sebagai wakil Pemerintah Indonesia.
Kesepakatan ini didapat setelah dua pemegang saham INCO, yakni Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM) bersedia melepas 14% saham mereka secara proprosional kepada Mind Id di harga Rp 3.050 per saham.
Lewat divestasi ini, kini Mind Id menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi saham yang digenggam mencapai 34%, naik dari sebelumnya 20%. Mind Id pun tercatat sebagai pemegang saham terbesar INCO.
Adapun komposisi kepemilikan saham terbaru paska divestasi ini, VCL menggenggam sebanyak 33,9% dan SMM 11,5%. Porsi saham keduanya menyusut dari sebelumnya masing-masing 43,79% dan 15,03%. Sekitar 20,6% saham INCO yang tersisa berada di tangan publik.
Direkur Utama Mind Id Hendi Prio Santoso mengatakan, pihaknya harus merogoh dana sekitar US$ 300 juta untuk menebus saham Vale Canada dan Sumitomo tersebut. "Pembayaran di bulan Juni," terang Hendi, Senin (26/2).
Menteri BUMN Erick Thohir turut menimpali sumber pendanaan akuisisi. Menurutnya, Mind Id memiliki banyak uang. Salah satu sumbernya adalah hasil dividen salah satu anggotanya, yakni PT Free-port Indonesia. "Banyak duitnya," ujar Erick dalam kesempatan yang sama.
Catatan saja, sempat muncul proyeksi bahwa divestasi saham perusahaan tambang nikel itu akan berujung ke penurunan kepemilikan saham VCL dari 43,79% menjadi hanya 29,79%. Dalam skenario itu, Mind Id akan menjadi pemegang saham paling dominan di Vale Indonesia.
"Padahal, pengendalian bisnis itu penting mengingat BUMN memiliki kewajiban untuk memberi dividen bagi negara," ujar Djoko Widajatno, Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA), kemarin.
Dalam konteks divestasi INCO, pengendalian juga penting karena Mind Id perlu mengantisipasi pergerakan harga nikel, yang tengah mengalami fluktuasi.
Postingan Terkait
Duo Investor Raksasa Dibalik RS Hermina
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023