Gerakan Pangan Murah untuk Menekan Harga Beras
Segala upaya dilakukan agar masyarakat tak semakin tertekan
dengan kenaikan harga bahan pangan. Kenaikan harga bahan pangan di Kota
Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning)
terungkap dalam rakor ”Pengendalian Inflasi Daerah serta Percepatan dan Perluasan
Digitalisasi Daerah Se-Ciayumajakuning” di Kota Cirebon, Jabar, Selasa (20/2),
yang digelar Kantor Perwakilan BI Cirebon. Kepala Perwakilan BI Cirebon Anton
Pitono mengatakan, lonjakan harga sejumlah bahan pokok menunjukkan tingginya permintaan
konsumen. Di sisi lain, kenaikan harga itu juga menggambarkan anomali. ”(Sebab),
wilayah Ciayumajakuning sumber produksi pangan yang sangat melimpah,” ujarnya. ”Lonjakan
harga sejumlah bahan pangan tersebut dipicu mundurnya masa tanam karena fenomena
El Nino,” ucap Anton. Selain produksi, masalah distribusi turut membuat harga
bahan pangan meningkat.
Pj Wali Kota Cirebon Agus Mulyadi mengatakan, ”Selain
meningkatkan kerja sama dengan daerah lainnya, kami juga akan membuat gerakan
pangan murah untuk menekan harga,” ucapnya. Sementara itu, Pemerintah Kota
Ambon berencana membentuk tim khusus untuk fokus menangani semakin tingginya harga
bahan pangan pokok. Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota
Ambon Pieter Saimima menjelaskan, bersama dengan Dinas Perdagangan, Dinas
Pertanian, Dinas Perikanan, Perum Bulog, dan BI, pihaknya membangun kios
permanen yang menjual bahan pokok dengan harga murah di Pasar Mardika, Ambon.
Kehadiran kios ini agar operasi pasar bisa dilakukan secara berkelanjutan.
Salah satu cara menekan lonjakan harga beras adalah dengan
menggelar operasi pasar. Bulog Cabang Kedu, Jateng, terus melakukan operasi
pasar untuk menstabilkan harga beras, dengan menyuplai beras dengan harga murah
ke pasar tradisional serta ritel modern. Kepala Kantor Bulog Cabang Kedu Ihsan
Suradilaga mengatakan, beras murah itu diminati para pembeli di pasar tradisional
dan ritel modern. ”Rata-rata volume pengiriman beras ke ritel modern mencapai
1-2 ton per minggu. Namun, ada juga sejumlah ritel yang meminta hingga 2,5 ton
per minggu,” katanya. Wali Kota Magelang M Nur Aziz juga meminta Bulog terus melakukan
operasi pasar untuk menstabilkan harga beras. Dia berharap, harga beras bisa turun
hingga di bawah Rp 11.000 per kg. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023