Jalan RI Menjadi Negara Maju Makin Tak Mudah
Sudah beberapa tahun terakhir ekonomi Indonesia jalan di
tempat dan ”terjebak” di level 5 %. Alih-alih bergantung pada sumber
pertumbuhan yang stabil, ekonomi RI lebih banyak dipengaruhi siklus ekonomi
dunia dan faktor musiman sesaat, yang bisa makin menjauhkan RI dari cita-cita
menjadi negara maju pada 2045. Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi yang
diumumkan BPS, Senin (5/2) ekonomi Indonesia sepanjang 2023 bertumbuh moderat
5,05 % secara tahunan. Capaian ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi pada
2022 yang menyentuh 5,31 % dan mencatat rekor tertinggi sejak tahun 2014.
Dalam 11 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia
tercatat hanya berada di level 5 % (di luar pertumbuhan yang ”anjlok” saat
Covid-19 tahun 2020 dan 2021). Titik tertinggi pertumbuhan ekonomi yang pernah
dicapai adalah 5,78 % pada 2013. Untuk mencapai cita-cita atau ambisi Indonesia
menjadi negara maju saat menginjak usia 100 tahun pada 2045, setidaknya mulai
2025, RI sudah harus bisa mengerek pertumbuhan ekonominya ke level 6-7 %, target
yang masih jauh dari kondisi saat ini. Plt Kepala BPS Amalia Adininggar
Widyasanti menjelaskan, ekonomi RI pada 2023 melambat daripada 2022 karena pengaruh
kelesuan ekonomi global dan penurunan harga komoditas ekspor unggulan.
Fenomena El Nino pada pertengahan 2023 juga menahan kinerja
ekonomi. ”Di tengah perlambatan ekonomi global, ekonomi Indonesia yang tetap
bisa tumbuh 5,05 % adalah prestasi karena ekonomi kita masih bisa solid
terjaga,” katanya, di Jakarta, Senin. Peneliti Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat
Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LPEM FEB UI) Teuku Riefky, menilai, pertumbuhan
ekonomi yang stagnan adalah peringatan tentang menjauhnya RI dari cita-cita
menjadi negara maju. Indonesia, ujarnya, belum menemukan sumber pertumbuhan
baru yang lebih stabil dan solid. Tak ayal, ekonomi RI di posisi rentan dan
gampang naik-turun mengikuti siklus bisnis dan peristiwa musiman. Riefky
mengatakan, untuk bisa menjadi negara maju, diperlukan strategi industrialisasi
yang lebih efektif. Sayang, RI justru secara konsisten menunjukkan tanda-tanda
deindustrialisasi dini dalam beberapa tahun terakhir. (Yoga)
Postingan Terkait
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023