;

RI Belum Terdampak Anjloknya Harga Nikel Dunia

Lingkungan Hidup Yoga 27 Jan 2024 Kompas
RI Belum Terdampak Anjloknya Harga Nikel Dunia

Nikel yang tengah didera kelebihan pasokan diperkirakan akan terus mengalami penurunan harga dalam beberapa tahun ke depan. Situasi ini perlu diwaspadai pelaku usaha pengolahan meskipun diprediksi tidak akan terlalu merugikan Indonesia. Harga komoditas tambang yang tercatat di Bursa London Metal Exchange, Jumat (26/1) itu sebesar 16.648 USD per ton. Nilai itu terus merosot dari harga rata-rata di tahun 2023 yang 21.521 USD per ton. Bahkan, kini lebih anjlok daripada harga nikel di 2022 yang berada di kisaran 25.834 USD per ton. Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli mengatakan, ini bukan kali pertama harga nikel merosot. Siklus harga komoditas di pasar global pernah membuat harga nikel jatuh ke level 9.595 USD per ton pada tahun 2016.

”Harga nikel saat ini diperkirakan cenderung akan turun lagi dalam 2-3 tahun ke depan sampai tercapai keseimbangan harga yang baru. Harga komoditas lebih banyak ditentukan oleh supply dan demand sehingga bila kelebihan pasok, harga cenderung turun,” katanya saat dihubungi Kompas, Jumat. Masalah kelebihan pasokan kerap dihubungkan dengan rendahnya penyerapan nikel untuk produksi baterai kendaraan listrik. Perusahaan konsultan global Woodmac melaporkan, kebutuhan nikel untuk industri baterai 480.000 ton atau 15 % kebutuhan nikel global saat ini. Rendahnya pemanfaatan nikel untuk produksi baterai diduga karena munculnya teknologi-teknologi baru untuk pembuatan baterai kendaraan listrik. Sebagai contoh, lithium ferro phosphate (LFP) yang dikembangkan tanpa kandungan nikel dan kobalt. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :