Laju Energi Terbarukan Indonesia Lamban
Energi terbarukan belum terakselerasi optimal pada 2023
karena realisasinya meningkat hanya 0,8 % dalam bauran energi primer, karena masih
besarnya peran energi fosil serta hambatan terkait tingkat komponen dalam
negeri atau TKDN energi terbarukan. Plt Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan
Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu dalam konferensi
pers di Jakarta, Kamis (18/1) mengatakan, energi terbarukan di Indonesia
sejatinya bertambah. Namun, dari persentase memang rendah karena energi fosil
pun masih bertambah. Misalnya, di sektor kelistrikan, pada 2023 ada penambahan
4.182 megawatt dari penambahan pembangkit yang didominasi PLTU yang berbasis
batubara. Artinya, jika perhitungannya harus setara, harus ada pembangkit energi
terbarukan yang dibangun dengan kapasitas yang sama. Dengan kondisi saat ini,
hal tersebut sulit dilakukan.
Sekretaris Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Sahid Junaidi menambahkan,
mundurnya operasi sejumlah pembangkit listrik energi terbarukan dalam Rencana
Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030 juga menjadi faktor belum
optimalnya akselerasi energi terbarukan. Namun, peningkatan kapasitas energi
terbarukan sudah sejalan dengan arah transisi energi. Upaya yang dilakukan saat
ini ialah memacu penyelesaian pembangunan energi terbarukan. ”Untuk (proyek)
dengan APBN, dengan ekonomi yang agak melambat, arus kas perusahaan
(pelaksana)terganggu sehingga penyelesaiannya melambat. Sementara yang swasta,
salah satu kendala ya (implementasi) TKDN,” ujar Sahid. (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Pemanfaatan Panas Bumi Indonesia
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023