;

Laju Energi Terbarukan Indonesia Lamban

19 Jan 2024 Kompas
Laju Energi Terbarukan Indonesia Lamban

Energi terbarukan belum terakselerasi optimal pada 2023 karena realisasinya meningkat hanya 0,8 % dalam bauran energi primer, karena masih besarnya peran energi fosil serta hambatan terkait tingkat komponen dalam negeri atau TKDN energi terbarukan. Plt Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/1) mengatakan, energi terbarukan di Indonesia sejatinya bertambah. Namun, dari persentase memang rendah karena energi fosil pun masih bertambah. Misalnya, di sektor kelistrikan, pada 2023 ada penambahan 4.182 megawatt dari penambahan pembangkit yang didominasi PLTU yang berbasis batubara. Artinya, jika perhitungannya harus setara, harus ada pembangkit energi terbarukan yang dibangun dengan kapasitas yang sama. Dengan kondisi saat ini, hal tersebut sulit dilakukan.

Sekretaris Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Sahid Junaidi menambahkan, mundurnya operasi sejumlah pembangkit listrik energi terbarukan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030 juga menjadi faktor belum optimalnya akselerasi energi terbarukan. Namun, peningkatan kapasitas energi terbarukan sudah sejalan dengan arah transisi energi. Upaya yang dilakukan saat ini ialah memacu penyelesaian pembangunan energi terbarukan. ”Untuk (proyek) dengan APBN, dengan ekonomi yang agak melambat, arus kas perusahaan (pelaksana)terganggu sehingga penyelesaiannya melambat. Sementara yang swasta, salah satu kendala ya (implementasi) TKDN,” ujar Sahid. (Yoga)

Tags :
# #Isu Lokal
Download Aplikasi Labirin :