GOTONG ROYONG WARGA WONOSARI GELIATKAN PARIWISATA DI KAWASAN IKN
Bukan mustahil untuk berlibur di sekitar Ibu Kota Nusantara,
terutama setelah sebuah tempat wisata alam dibuka. Namanya Goa Batu Tapak Raja di
Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), 30 km dari Titik
Nol IKN. Pada Minggu (31/12/2023) ratusan warga melancong ke kompleks goa
tersebut. Sebagian warga mengeksplorasi goa batu yang menjadi inti dari tempat
wisata itu, sementara beberapa anak bergantian meluncur di lintangan tali
wahana flying fox dari atas goa. Di sudut lain kompleks wisata itu, para remaja
larut dalam tawa canda sembari mengarungi danau bekas tambang dengan perahu
karet, dengan bukit-bukit yang ditumbuhi berbagai jenis pohon kayu melingkupi
mereka. Sebagian pengunjung bersantai di jajaran warung di seberang goa atau
menggelar tikar untuk piknik keluarga.
Goa Batu Tapak Raja, yang mulai dibuka untuk wisata pada 28
Mei 2022, adalah goa batu dengan stalaktit atau juntaian batu-batu yang
meruncing dari atap liang goa. Air senantiasa menetes dari ujung-ujung
stalaktit, yang terbentuk dari endapan mineral, ke lantai goa yang rata dengan
tanah. Sesekali tampak kelelawar yang terbang sekelabat menuju tempatnya
bergantung. Kasiyono, Kepala Desa Wonosari, menyebut, ada 10 jenis kelelawar di
goa itu, juga berbagai jenis burung dan monyet di hutan sekitar goa sehingga
ekowisata cocok dikembangkan di sana. Nama ”Tapak Raja”, kata Kasiyono, berasal
dari stalaktit yang mirip bentuk tapakan kaki seseorang. Goa tersebut dipercaya
sebagai lokasi bertapa pada zaman Kerajaan Sadurengas yang kemudian berubah
menjadi Kesultanan Paser antara abad ke-14 dan ke-20.
Lokasi wisata itu dibangun tidak hanya dengan lahan desa,
tetapi juga lahan pribadi warga, ada 15 orang yang merelakan tanahnya untuk digunakan.
Lambat-laun, aktivitas wisata pun terbentuk dan kabar tentang wisata goa mulai
menyebar ke seluruh Sepaku. Geliatnya terhenti pada tahun 2020 akibat pandemi
Covid-19, tetapi kembali menguat pada 2022, terutama setelah diresmikan oleh
Plt Bupati Penajam Paser Utara Hamdam. Pada hari terakhir 2023, jalan menuju
goa belum jadi, bahkan masih rusak. Tapi, geliat pariwisata sudah terlihat
jelas. Warga terus berdatangan setelah membayar tiket Rp 10.000 per orang
ditambah karcis parkir mobil Rp 5.000. Wisata perahu juga dapat dinikmati dengan
tiket seharga Rp 10.000 per orang, sedangkan flying fox Rp 25.000. Ismawati
(34), warga Desa Suka Raja yang berpiknik di dekat goa, menyebut kehadiran Goa
Batu Tapak Raja memberi referensi baru bagi warga Sepaku untuk berwisata. (Yoga)
Postingan Terkait
Menggali Potensi Wisata Raja Ampat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023