;

Ketahanan Energi Kita

08 Jan 2024 Kompas
Ketahanan Energi Kita

Lifting minyak kita belum mampu mencapai target. Indonesia masih harus mengimpor minyak. Ketahanan energi Indonesia menjadi taruhannya. Data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menunjukkan, lifting minyak bumi hingga 31 Desember 2023 adalah 612.000 barel per hari, kurang dari target APBN 2023 di 660.000 barel per hari. Angka ini juga jauh dari target pada tahun 2030 sebesar 1 juta barel per hari (Kompas.id, 5/1/2024). Pemerintah mengakui tak mudah untuk memenuhi target lifting. Menteri ESDM Arifin Tasrif, Jumat lalu, menyebutnya sangat menantang. Meski demikian, pemerintah melihat ada harapan baru setelah ditemukan dua sumber gas skala besar, di laut lepas Kaltim (Geng North) yang memiliki potensi 5 triliun kaki kubik (TCF) dan di sumur eksplorasi Layaran-1, South Andaman, lepas pantai Sumatera bagian utara, berpotensi 6 TCF.

Energi penting dalam mendukung pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan rakyat. Isu ketahanan energi (energy security) selalu mendapat perhatian serius dari negara mana pun. Penemuan dua sumber gas skala besar menggembirakan karena jika dikelola dengan baik, akan menambah ketahanan energi Indonesia. Ketahanan energi bertumpu pada empat dimensi: ketersediaan (availability), keterjangkauan (affordability), kemampuan mengakses (accesibility), dan ramah lingkungan (acceptability). Pertanyaan berikutnya, apakah harganya terjangkau oleh konsumen atau biayanya realistis bagi investor? Belum lagi isu terkait akses infrastruktur jaringan energi. Aspek terakhir,acceptability, yakni apakah sumber energi anyar ini selaras dengan upaya global mengurangi emisi karbon?

Alangkah baiknya jika Indonesia dapat memberdayakan penggunaan energi terbarukan. Kita kaya akan jenis energi ini. Sinar matahari melimpah, selain panas bumi, angin, dan air. Sayangnya, energi baru dan terbarukan masih berkontribusi 12,3 persen, jauh dari target 23 % yang rencananya dicapai pada 2025. Meski memerlukan investasi tak sedikit, peningkatan energi terbarukan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan pada impor minyak. Energi terbarukan juga selaras dengan upaya menekan misi gas rumah kaca. Kerja keras yang telah dilakukan untuk menambah pemanfaatan energi terbarukan harus dapat ditingkatkan lagi. (Yoga)

Tags :
# #Migas #Energi
Download Aplikasi Labirin :