;

Sulit Genjot Minyak, Gas Jadi Harapan

Lingkungan Hidup Yoga 06 Jan 2024 Kompas
Sulit Genjot Minyak, Gas Jadi Harapan

Di tengah sulitnya memenuhi target perolehan produksi siap jual atau lifting minyak bumi, sumber-sumber gas raksasa ditemukan di Indonesia. Pemerintah berupaya mengoptimalkan gas bumi dengan memacu infrastruktur pipanisasi gas. Selain pipa Cirebon-Semarang yang sudah tuntas separuh, pipa transmisi gas di Sumatera pun disiapkan. Menteri ESDM Arifin Tasrif di Jakarta, Jumat (5/1/2024) mengakui upaya mengejar target capaian minyak bumi menantang, di sisi lain, temuan sumber gas skala besar membawa harapan untuk memenuhi kebutuhan energi di masa depan. Apalagi, gas dianggap sebagai energi penjembatan dalam transisi energi. ”Kalau minyak memang agak berat ya, tetapi kita harus mensyukuri ada discovery (temuan) baru. Ada di Geng North (oleh) Eni, sebesar 5 TCF lebih plus kondensat. Lalu di Timpan ngebor lagi dan besar. Terbaru, di Layaran, ada 6 TCF lebih,” ujar Arifin.

Temuan-temuan itu bisa mendukung target perolehan gas bumi sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari pada 2030. Namun, menurut Arifin, infrastruktur perlu benar-benar disiapkan. Sebab, percuma jika suplai gas melimpah, tetapi tidak bisa dtransmisikan. Oleh karena itu, selain meneruskan proyek transmisi gas Cirebon-Semarang, yang saat ini sudah mengaliri gas ke Kawasan Industri Kendal (bagian dari tahap I), pembangunan pipa gas Sei Mangkei (Sumut)-Dumai (Riau) juga dipacu. ”(Sei Mangkei-Dumai) tahun ini mulai dan 2027 harus sudah selesai. Jadi, (ketersediaan gas), selain untuk bikin pupuk dan petrokimia di Lhokseumawe (Aceh), kita tarik juga ke bawah. Juga harus memikirkan membangun (kilang) LNG (gas alam cair) lagi di sana. Jadi, yang penting gas ini ada dan cukup untuk transisi energi,” lanjut Arifin. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :