Sulit Genjot Minyak, Gas Jadi Harapan
Di tengah sulitnya memenuhi target perolehan produksi siap
jual atau lifting minyak bumi, sumber-sumber gas raksasa ditemukan di
Indonesia. Pemerintah berupaya mengoptimalkan gas bumi dengan memacu infrastruktur
pipanisasi gas. Selain pipa Cirebon-Semarang yang sudah tuntas separuh, pipa
transmisi gas di Sumatera pun disiapkan. Menteri ESDM Arifin Tasrif di Jakarta,
Jumat (5/1/2024) mengakui upaya mengejar target capaian minyak bumi menantang,
di sisi lain, temuan sumber gas skala besar membawa harapan untuk memenuhi
kebutuhan energi di masa depan. Apalagi, gas dianggap sebagai energi penjembatan
dalam transisi energi. ”Kalau minyak memang agak berat ya, tetapi kita harus
mensyukuri ada discovery (temuan) baru. Ada di Geng North (oleh) Eni, sebesar 5
TCF lebih plus kondensat. Lalu di Timpan ngebor lagi dan besar. Terbaru, di
Layaran, ada 6 TCF lebih,” ujar Arifin.
Temuan-temuan itu bisa mendukung target perolehan gas bumi
sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari pada 2030. Namun, menurut Arifin,
infrastruktur perlu benar-benar disiapkan. Sebab, percuma jika suplai gas
melimpah, tetapi tidak bisa dtransmisikan. Oleh karena itu, selain meneruskan proyek
transmisi gas Cirebon-Semarang, yang saat ini sudah mengaliri gas ke Kawasan
Industri Kendal (bagian dari tahap I), pembangunan pipa gas Sei Mangkei (Sumut)-Dumai
(Riau) juga dipacu. ”(Sei Mangkei-Dumai) tahun ini mulai dan 2027 harus sudah
selesai. Jadi, (ketersediaan gas), selain untuk bikin pupuk dan petrokimia di
Lhokseumawe (Aceh), kita tarik juga ke bawah. Juga harus memikirkan membangun
(kilang) LNG (gas alam cair) lagi di sana. Jadi, yang penting gas ini ada dan
cukup untuk transisi energi,” lanjut Arifin. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023