;

Kecelakaan Berulang Bisa Hambat Hilirisasi

Ekonomi Yoga 30 Dec 2023 Kompas (H)
Kecelakaan Berulang Bisa Hambat Hilirisasi

Perhatian serius perlu diarahkan pada insiden ledakan tungku smelter nikel milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel atau ITSS di kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah, Minggu (24/12/2023), yang menewaskan 19 orang. Apalagi, kecelakaan di sektor industri berisiko tinggi ini bukan kejadian pertama. Jika tanpa kesungguhan dalam evaluasi dan audit, cita-cita hilirisasi produk tambang bisa terancam. Praktisi pertambangan dan industri Andi Erwin Syarif, di Jakarta, Jumat (29/12), berpendapat, secara prinsip, hilirisasi adalah proses peningkatan nilai tambah. Apabila produksi terhenti akibat kecelakaan kerja, ada sederet dampak ikutan negatif yang merugikan. ”(Itu) termasuk beban biaya yang ditanggung  perusahaan akibat jatuhnya korban, kerusakan infrastruktur, dan waktu yang hilang.

Di sisi lain, pendapatan negara akan berkurang dari pajak, retribusi, dan lainnya. Penerapan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja)tak sekadar tanggung jawab etis, tapi juga memastikan produksi berjalan aman,” ujarnya. Menurut dia, penerapan K3 adalah bagian dari peningkatan produksi, bukan beban biaya. Penerapan K3 di lingkungan kerja smelter perlu diaudit atau diinvestigasi segera guna memastikan efektivitas sistem keselamatan serta konfigurasi teknologi tepercaya dan andal. Dengan begitu, kompetensi sumber daya manusia tersertifikasi. Yang jadi pelajaran, kata Erwin, investasi smelter di Indonesia mesti menerapkan standar K3 internasional yang terkualifikasi, agar tercipta budaya K3 yang kuat di organisasi perusahaan, termasuk peningkatan pengelolaan lingkungan hidup. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :