Kekerasan Bayangi Masa Kampanye
Satu setengah bulan menjelang pemungutan suara pada 14 Februari 2024, di tengah masa kampanye, dugaan kekerasan membayangi pelaksanaan Pemilu 2024. Pada Sabtu (30/12) lima sukarelawan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, menjadi korban dugaan kekerasan di beberapa daerah di Yogyakarta dan Jateng. Berdasarkan data Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, satu sukarelawan Ganjar-Mahfud yang juga kader PDI-P tewas dengan dugaan kekerasan oleh pendukung partai politik lain di Sleman, Yogyakarta. Korban diduga dianiaya pada 24 Desember hingga mengalami koma dan dirawat di rumah sakit di Klaten, Jateng. Hingga akhirnya, Sabtu, korban tewas. Selain itu, empat sukarelawan Ganjar-Mahfud juga mengalami luka-luka, diduga menjadi korban penganiayaan oknum TNI di Boyolali, Jateng, Sabtu.
Deputi Bidang Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis, di Jakarta, Sabtu, menyatakan, segala bentuk kekerasan merupakan pelanggaran hukum yang tidak bisa diterima. Ia pun mengajak agar semua kontestan menghormati hukum, tidak terlibat dalam tindakan kekerasan, dan tunduk pada aturan yang berlaku. Dalam konteks kronologi kejadian, Todung mendesak untuk dilakukan investigasi oleh TNI dan Polri. ”Kondisi meninggalnya korban di RS Klaten menambah seriusnya situasi yang memerlukan respons segera untuk mencegah lebih banyak kerugian,” ucapnya. Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud, Hasto Kristiyanto, juga meminta aparat penegak hukum dapat menjaga Pemilu 2024 agar berlangsung damai. Untuk itu, aparat penegak hukum perlu cepat menindak pihak-pihak yang mengganggu jalannya proses demokrasi di masa kampanye ini. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023