;

PERFORMA MENTERENG PASAR SAHAM

Ekonomi Hairul Rizal 30 Dec 2023 Bisnis Indonesia (H)
PERFORMA MENTERENG PASAR SAHAM

Meski diselimuti oleh volatilitas tinggi, pasar saham menutup 2023 di zona hijau. Rekor jumlah emiten baru dan kapitalisasi pasar, serta peningkatan jumlah investor mewarnai performa bursa efek pada tahun ini. Pada penutupan perdagangan 2023, indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 0,43% ke level 7.272,79 setelah menyentuh level tertinggi tahun ini 7.303,88 pada Kamis (28/12). Secara kumulatif, IHSG menguat 6,16% year-to-date (YtD). Sejalan dengan penguatan IHSG dan rekor penambahan 79 emiten baru pada 2023, kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah yang menyentuh Rp11.762 triliun pada Kamis (28/12). Pada saat yang sama, dua emiten memiliki kapitalisasi pasar ribuan triliun, yakni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Rp1.147 triliun dan PT Barito Renewable Energy Tbk. (BREN) Rp1.000 triliun. Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan jumlah perusahaan tercatat saham di BEI telah melampaui 900 pada November 2023 dan bertambah menjadi 903 emiten hingga saat ini. “Kalau secara jumlah IPO di Indonesia year-to-date untuk 2023 itu 79 emiten, atau 6% dari total global IPO, itu nomor 6 di dunia,” ujar Iman dalam konferensi pers peresmian penutupan perdagangan 2023 di Gedung BEI, Jumat (29/12). Tiga emiten baru dengan nilai initial public offering (IPO) paling jumbo pada 2023 ialah PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) Rp8,75 triliun, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) Rp9,06 triliun, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp10,73 triliun. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Indonesia, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi menuturkan terdapat berbagai tantangan yang dihadapi pasar modal Indonesia selama 2023, mulai dari pengetatan suku bunga global, konflik geopolitik di Eropa hingga Timur Tengah, serta momentum persiapan tahun politik domestik. Berbekal kinerja yang ciamik pada 2023, BEI mematok sejumlah target dan terobosan untuk memacu pasar saham pada tahun depan. Di sisi pencatatan efek baru, BEI menargetkan 230 pencatatan baru pada 2024 yang terdiri atas pencatatan saham, efek bersifat utang dan sukuk (EBUS), serta rights issue. Saat ini, BEI masih mengantongi 30 calon emiten dalam pipeline IPO. Sementara itu, transaksi saham juga didorong untuk meningkat menjadi rata-rata Rp12,25 triliun per hari pada 2024 setelah sempat turun menjadi Rp10,75 triliun pada tahun ini. Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat menambahkan investor pasar modal bertambah 1,8 juta investor baru menjadi 12,13 juta. Pada 2024, otoritas pasar modal menargetkan tambahan 2,5 juta investor baru. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menambahkan diskusi bersama dengan OJK terkait dengan aturan market maker sedang berlangsung dan diharapkan dapat diterapkan sebelum semester II/2024. Analis memperkirakan pasar modal masih akan bergerak fluktuatif pada tahun pemilu 2024. Head of Research InvestasiKu (Mega Capital Sekuritas) Cheril Tanuwijaya mengatakan beberapa sentimen negatif yang akan membayangi pasar modal pada 2024 a.l. ketidakpastian dari Pemilu, perlambatan ekonomi global, dan penurunan daya beli masyarakat domestik. Sementara itu, beberapa saham yang disoroti BNI Sekuritas pada 2024 a.l. BBCA, TLKM, JSMR, ADRO, UNTR, ASII, KLBF, LPPF, HMSP, dan BBRI. Memasuki 2024, SEVP Research BNI Sekuritas Erwan Teguh mengatakan optimisme pasar akan kembali naik. IHSG pun berpotensi meningkat menuju 8.400.

Tags :
#Bursa
Download Aplikasi Labirin :