;

Hitung Cermat Peluang dan Risiko Pasar Saham Tahun Depan

Ekonomi Hairul Rizal 28 Dec 2023 Kontan
Hitung Cermat Peluang dan Risiko Pasar Saham Tahun Depan

 Pasar saham diperkirakan memberi return lebih tinggi pada tahun 2024 mendatang. Ada sejumlah sentimen positif yang mengiringi, mulai dari perekonomian yang diperkirakan masih stabil dan tingkat suku bunga yang lebih landai. Namun, tak dipungkiri, hajatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 juga akan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak lebih fluktuatif. Para analis yang dihubungi KONTAN sepakat, setidaknya hingga akhir semester I-2024, investor akan cenderung memasang sikap wait and see terlebih dahulu. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Robertus Hardy dan Rut Yesika mencermati, pergerakan IHSG pada periode pemilu cenderung stagnan atau menurun. "Namun biasanya menunjukkan perbaikan setelah hasil Pemilu menjadi jelas," ungkapnya. Tapi catatan pentingnya, kondisi ini terjadi jika pemilu berjalan kondusif dan aman. Selain soal musim pemilu, Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menyoroti, volatiltas pasar saham juga bisa tersulut oleh sejumlah faktor. Mulai dari perlambatan ekonomi global serta perkembangan konflik geopolitik, khususnya kelanjutan Rusia vs Ukraina dan konflik di Timur Tengah. Kepala Riset Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi juga punya target optimistis. Hitungan Samuel Sekuritas, IHSG akan berada di level 7.600 pada akhir tahun 2024. Target ini mencerminkan valuasi forward price to earnings (PE) sebesar 14 kali. Pertumbuhan laba per saham alias earnings per share (EPS) IHSG pada tahun 2024 juga diramal naik menjadi 8,6%, dari sebelumnya 6,1% pada tahun 2023. Sedangkan Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi punya pandangan kalau IHSG tahun depan juga akan terdorong dari potensi kembalinya arus dana asing. Pemicunya, pelonggaran kebijakan moneter The Fed diprediksi bakal lebih cepat, setidaknya pada kuartal I-2024 mendatang. Equity Sales Jasa Utama Capital Sekuritas Alfredo Gusvirli mengatakan, potensi penurunan suku bunga tahun depan akan memicu rotasi sektor ke saham-saham yang sensitif terhadap tingkat suku bunga. Alfredo mengunggulkan tiga sektor saham sebagai pilihan tahun depan, yaitu, sektor properti, teknologi, dan infrastruktur. Sementara itu, Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan melihat, sektor utama pendorong kinerja IHSG tahun depan adalah perbankan, telekomunikasi dan menara, konsumer, rokok, kesehatan, logam, teknologi, dan batubara. Beberapa saham pilihannya adalah BBCA, BMRI, MBMA, NCKL, ICBP, MYOR, HEAL, dan ISAT.

Download Aplikasi Labirin :