Hitung Cermat Peluang dan Risiko Pasar Saham Tahun Depan
Pasar saham diperkirakan memberi
return
lebih tinggi pada tahun 2024 mendatang. Ada sejumlah sentimen positif yang mengiringi, mulai dari perekonomian yang diperkirakan masih stabil dan tingkat suku bunga yang lebih landai. Namun, tak dipungkiri, hajatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 juga akan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak lebih fluktuatif. Para analis yang dihubungi KONTAN sepakat, setidaknya hingga akhir semester I-2024, investor akan cenderung memasang sikap
wait and see
terlebih dahulu. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Robertus Hardy dan Rut Yesika mencermati, pergerakan IHSG pada periode pemilu cenderung stagnan atau menurun. "Namun biasanya menunjukkan perbaikan setelah hasil Pemilu menjadi jelas," ungkapnya. Tapi catatan pentingnya, kondisi ini terjadi jika pemilu berjalan kondusif dan aman.
Selain soal musim pemilu,
Head of Research
Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menyoroti, volatiltas pasar saham juga bisa tersulut oleh sejumlah faktor. Mulai dari perlambatan ekonomi global serta perkembangan konflik geopolitik, khususnya kelanjutan Rusia vs Ukraina dan konflik di Timur Tengah.
Kepala Riset Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi juga punya target optimistis. Hitungan Samuel Sekuritas, IHSG akan berada di level 7.600 pada akhir tahun 2024. Target ini mencerminkan valuasi
forward price to earnings
(PE) sebesar 14 kali. Pertumbuhan laba per saham alias
earnings per share
(EPS) IHSG pada tahun 2024 juga diramal naik menjadi 8,6%, dari sebelumnya 6,1% pada tahun 2023.
Sedangkan
Head Customer Literation and Education
Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi punya pandangan kalau IHSG tahun depan juga akan terdorong dari potensi kembalinya arus dana asing. Pemicunya, pelonggaran kebijakan moneter The Fed diprediksi bakal lebih cepat, setidaknya pada kuartal I-2024 mendatang.
Equity Sales
Jasa Utama Capital Sekuritas Alfredo Gusvirli mengatakan, potensi penurunan suku bunga tahun depan akan memicu rotasi sektor ke saham-saham yang sensitif terhadap tingkat suku bunga. Alfredo mengunggulkan tiga sektor saham sebagai pilihan tahun depan, yaitu, sektor properti, teknologi, dan infrastruktur.
Sementara itu, Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan melihat, sektor utama pendorong kinerja IHSG tahun depan adalah perbankan, telekomunikasi dan menara, konsumer, rokok, kesehatan, logam, teknologi, dan batubara. Beberapa saham pilihannya adalah BBCA, BMRI, MBMA, NCKL, ICBP, MYOR, HEAL, dan ISAT.
Postingan Terkait
Sinyal Kuat Kebangkitan IHSG
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023