;

MEDC Berharap dari Blok Baru

MEDC Berharap dari Blok Baru
Langkah akuisisi aset migas oleh PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) bakal menambah sumber pendapatan baru bagi perusahaan ini. Cadangan minyak dan gas (migas) MEDC akan bertambah, yang berefek ke peningkatan volume produksi dan pendapatan. Seperti diketahui, MEDC telah merampungkan akuisisi atas 20% kepemilikan saham di dua Exploration and Production Sharing Agreements (EPSA) di Oman dari OQ Exploration & Production LLC (OQEP) pada 13 Desember 2023 silam. Medco Energi mengakuisisi 20% kepemilikan atas EPSA produksi Blok 60 dan 20% kepemilikan atas EPSA eksplorasi Blok 48. Keduanya berlokasi di darat, tepatnya di bagian barat Oman dekat perbatasan Arab Saudi. Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan mengatakan, dengan selesainya kesepakatan itu pada akhir 2023, maka blok migas terbaru itu kemungkinan mulai berkontribusi terhadap keuangan MEDC setelah kuartal I 2024. BRI Danareksa Sekuritas memproyeksi ada peningkatan sebesar 8,5% pada total volume produksi MEDC pada tahun 2024 menjadi 166 mboepd. Dengan asumsi, ada potensi penambahan sekitar 13 mbopd dari akuisisi blok di Timur Tengah. Analis Reliance Sekuritas Ayu Dian turut melihat MEDC juga memiliki prospek yang positif dalam bisnis ketenagalistrikan. "Ini tercermin dari kontribusi penjualan kelistrikan yang terus mencatatkan kenaikan," kata Ayu Dian ke KONTAN, Kamis (21/12). Analis Ciptadana Sekuritas Asia Arief Budiman menambahkan, MEDC telah menumbuhkan bisnis ketenagalistrikan dengan meningkatkan pangsa energi yang terbarukan. Selama periode Januari - September 2023, Medco Power menghasilkan penjualan sebesar 3.079 GWh, tumbuh 5,1% dalam basis tahunan. Adapun realisasi harga listrik rata-rata adalah 3,7 per sen dollar AS, di luar biaya bahan bakar atau naik 2,8% dibandingkan tahun lalu. Arief berharap, MEDC akan membukukan kinerja keuangan yang lebih tinggi pada kuartal IV-2023 jika harga minyak mentah Brent dapat bertahan rata-rata US$ 90 per barel. Ia memproyeksi MEDC bisa mencetak laba bersih di 2023 sebesar US$ 324 juta dan US$  347 pada 2024. Arief merekomendasikan buy MEDC dengan target harga Rp 2.100 per saham. Sementara Ayu merekomendasikan hold MEDC dengan target harga Rp 1.235 per saham. 
Download Aplikasi Labirin :