;

Jorjoran Memanjakan Penumpang

Ekonomi Yoga 17 Dec 2023 Kompas
Jorjoran Memanjakan
Penumpang

Perusahaan otobus makin jorjoran memanjakan penumpang kelas atas dengan berbagai fasilitas mewah. Mereka berani menginvestasikan uang miliaran rupiah untuk satu bus demi ”citra mewah” perusahaan. Perlombaan antar-perusahaan otobus (PO) dalam memberikan fasilitas mewah makin seru belakangan ini demi merebut konsumen kelas menengah atas yang kerap wira-wiri antarkota dan antarprovinsi dengan naik bus premium. Wahyu Wardhani(42), pemilik PO Narendra Trans Tungga Putra, pendatang baru di bisnis bus premium antarkota antarprovinsi, tak segan merogoh kocek Rp 5 miliar untuk mewujudkan bus kelas emperor suite, model termewah di kalangan bus premium saat ini, yang menghabiskan lebih dari separuh dek bagian bawah bus untuk menempatkan tiga kursi yang bisa disetel untuk tidur dengan penyangga kaki. Ada juga sofa, meja berisi berbagai makanan kecil, lemari es berisi aneka minuman, serta televisi berukuran besar untuk nonton film di Netflix atau berkaraoke. Kabin berkarpet tebal untuk tiga orang dewasa dan satu anak itu bertarif Rp 1.550.000.

Ruang untuk keluarga yang mewah itu merupakan keingian Wahyu dan CEO PO Narendra Zhakky Muttaqin untuk memberi kenyamanan bagi penumpang beserta keluarga, kerabat, atau kawan. ”Desain itu dibuat untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan di sepanjang perjalanan. Mereka tak hanya bisa tidur di perjalanan, tapi juga bisa ngobrol sambil makan-minum, nonton film, atau berkaraoke. Ruangan itu kedap suara sehingga pengemudi tak akan mendengar aktivitas di dalam,” tutur Zhakky. Selain itu, PO Narendra punya empat bus lain dengan kelas di bawahnya. Bus-bus tersebut berharga Rp 3 miliar-Rp 4,5 miliar per unit.Fasilitasnya juga cukup mewah. Salah satunya adalah kursi kelas king yang harganya Rp 8 juta-Rp Rp 9 juta per unit. Kru juga ”dipoles” agar citranya mewah. Seluruh kru mendapat sebuah koper berisi setelan baju seragam safari, kemeja dan celana panjang seragam dengan nama masing-masing, celana jins dan kemeja putih, sepatu, kaus kaki, sampo, pasta gigi, sabun mandi, sampai deodoran. Mirip fasilitas yang biasa diberikan kepada pramugara pesawat terbang.

Ia mengakui, sebagai pendatang baru, dirinya bersama Wahyu, yang pemilik perusahaan, selalu ingin membuat terobosan gila yang lain. Terobosan itu ternyata menarik perhatian khalayak sehingga jadwal bus emperor suite sudah penuh sampai awal Januari 2024. ”Sebenarnya, secara bisnis kami rugi dengan menjual harga tiket kelas king Rp 400.000, Rp 410.000 untuk sleeper, dan Rp 1,55 juta di emperor suite. Tetapi, ternyata ide gila kami membuat nama PO Narendra meroket,” kata Zhakky. Ia menganggap kerugian itu adalah ongkos pemasaran usaha yang memang harus dibayar manajemen Narendra. Ia dan pemilik sepakat memperkuat fondasi bisnis bus dengan rute Jakarta-Ponorogo dan sebaliknya sebelum mengembangkan sayap usaha dan berhadapan dengan PO besar seperti PO Harapan Jaya, PO Rosalia Indah, PO Gunung Harta, dan PO Sinar Jaya. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :