Awal Berakhirnya Energi Fosil
Kesepakatan global untuk beralih dari bahan bakar fosil
menjadi pencapaian bersejarah Konferensi Perubahan Iklim PBB Ke-28 di Dubai,
Uni Emirat Arab. Saat ini krisis iklim di sejumlah negara di dunia memicu berbagai
bencana alam, termasuk mencairnya lapisan es hingga kekeringan yang mengancam
ketahanan pangan global. Seruan beralih dari bahan bakar fosil secara
bertahap adalah yang pertama kali disepakati sepanjang sejarah KTT Perubahan
Iklim PBB (COP). Komitmen yang disepakati 198 negara itu menekankan transisi bahan bakar fosil ke dalam sistem energi dengan cara yang adil, teratur,
dan merata. Laman Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan iklim (UNFCCC) menyebut,
dalam pertemuan yang dihadiri 154 kepala negara dan pemerintahan itu, para
pihak menyepakati operasionalisasi dana kerugian dan pendanaan demi memperkuat
ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Panel Lintas Pemerintah untuk
Perubahan Iklim (IPCC) menyatakan, emisi gas rumah kaca global perlu dikurangi
minimal 43 % pada 2030 dibandingkan dengan tingkat pada 2019 untuk menahan laju
pemanasan global tidak melebihi 1,5 % celsius di atas suhu rata-rata era pra-industri.
Inventarisasi global mencatat para pihak berada di luar
jalur mencapai tujuan Perjanjian Paris yang menyerukan negara-negara untuk
berkontribusi pada upaya global menekan emisi karbon, termasuk beralih dari
bahan bakar fosil dengan mempercepat aksi dalam dekade yang kritis ini. Para
pihak didorong membuat target ambisius berskala ekonomi dengan meningkatkan
kapasitas energi terbarukan tiga kali lipat dan efisiensi energi naik dua kali
lipat tahun 2030, untuk mencapai nol emisi pada tahun 2050. Langkah itu
mencakup percepatan upaya mengurangi penggunaan batubara dan penghapusan
penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap, subsidi bahan bakar, dan langkah lain
yang mendorong transisi dari bahan bakar fosil ke dalam sistem energi dengan
cara yang adil, teratur, dan merata. Perjanjian ini juga mengakui perlunya
pendanaan global dari negara kaya ke negara miskin dan rentan terdampak krisis iklim
untuk membantu beradaptasi terhadap perubahan iklim dan transisi energi menuju
energi terbarukan yang ramah lingkungan. Hasil pertemuan itu merupakan awal
dari upaya mengakhiri era penggunaan bahan bakar fosil. (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023