;

Awal Berakhirnya Energi Fosil

16 Dec 2023 Kompas
Awal Berakhirnya Energi Fosil

Kesepakatan global untuk beralih dari bahan bakar fosil menjadi pencapaian bersejarah Konferensi Perubahan Iklim PBB Ke-28 di Dubai, Uni Emirat Arab. Saat ini krisis iklim di sejumlah negara di dunia memicu berbagai bencana alam, termasuk mencairnya lapisan es hingga kekeringan yang mengancam ketahanan pangan global. Seruan beralih dari bahan bakar fosil secara bertahap adalah yang pertama kali disepakati sepanjang sejarah KTT Perubahan Iklim PBB (COP). Komitmen yang disepakati 198 negara itu menekankan transisi bahan bakar fosil ke dalam sistem energi dengan cara yang adil, teratur, dan merata. Laman Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan iklim (UNFCCC) menyebut, dalam pertemuan yang dihadiri 154 kepala negara dan pemerintahan itu, para pihak menyepakati operasionalisasi dana kerugian dan pendanaan demi memperkuat ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Panel Lintas Pemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC) menyatakan, emisi gas rumah kaca global perlu dikurangi minimal 43 % pada 2030 dibandingkan dengan tingkat pada 2019 untuk menahan laju pemanasan global tidak melebihi 1,5 % celsius di atas suhu rata-rata era pra-industri.

Inventarisasi global mencatat para pihak berada di luar jalur mencapai tujuan Perjanjian Paris yang menyerukan negara-negara untuk berkontribusi pada upaya global menekan emisi karbon, termasuk beralih dari bahan bakar fosil dengan mempercepat aksi dalam dekade yang kritis ini. Para pihak didorong membuat target ambisius berskala ekonomi dengan meningkatkan kapasitas energi terbarukan tiga kali lipat dan efisiensi energi naik dua kali lipat tahun 2030, untuk mencapai nol emisi pada tahun 2050. Langkah itu mencakup percepatan upaya mengurangi penggunaan batubara dan penghapusan penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap, subsidi bahan bakar, dan langkah lain yang mendorong transisi dari bahan bakar fosil ke dalam sistem energi dengan cara yang adil, teratur, dan merata. Perjanjian ini juga mengakui perlunya pendanaan global dari negara kaya ke negara miskin dan rentan terdampak krisis iklim untuk membantu beradaptasi terhadap perubahan iklim dan transisi energi menuju energi terbarukan yang ramah lingkungan. Hasil pertemuan itu merupakan awal dari upaya mengakhiri era penggunaan bahan bakar fosil. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :