;

Kemenyan yang Mendunia

Lingkungan Hidup Yoga 13 Dec 2023 Kompas
Kemenyan yang Mendunia

Peradaban kemenyan hidup berabad-abad di Tanah Batak. Dalam jalan sunyi menjaga hutan, masyarakat adat menghasilkan triliunan rupiah. Semerbak kemenyan menyebar ke seluruh dunia. Kaum bapak dan pria dewasa Desa Pandumaan dan Sipituhuta, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut, pergi ke hutan kemenyan sejak Senin (13/12). Bahkan, ada yang sudah hampir dua pekan belum pulang. November merupakan awal musim panen kemenyan di kawasan itu. Menjelang sore, Tulus Fransiskus Sinambela (24) pulang membawa bakul berisi kemenyan yang baru dipanen. ”Baru dua malam saya sudah pulang karena sudah dapat hasil kemenyan,” katanya. Tulus adalah generasi muda masyarakat adat yang konsisten melanjutkan peradaban kemenyan (marhaminjon). Mereka mewarisinya dari leluhur yang hidup dalam wilayah dan hukum masyarakat adat yang membentuk kehidupan sosial ekonomi masyarakat adat. Hampir semua aspek kehidupan mereka dipengaruhi kemenyan.

Kemenyan membawa kemakmuran bagi petaninya. Dengan harga kemenyan kualitas 1 Rp 300.000 per kg, petani bisa mendapatkan Rp 45 juta saat musim panen, yang digunakan untuk membayar uang sekolah dan uang kuliah anak petani yang umumnya bersekolah di kota. Peneliti BRIN di Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk Aswandi mengatakan, peradaban kemenyan berjalan berabad-abad di hutan adat kawasan Danau Toba. Perdagangan kemenyan dan kapur barus di Pelabuhan Barus, pantai barat Sumut, bahkan sudah tercatat lebih dari 1.000 tahun lalu. Menurut data Dinas Peternakan dan Perkebunan Sumut, produksi kemenyan pada 2021 mencapai 8.845 ton dengan luas 23.172 hektar. Produksinya pernah mencapai 11.000 ton. Dengan harga Rp 300.000 di tingkat petani, nilai ekonomi yang beredar di petani Rp 2,65 triliun. Kemenyan dikenal sebagai benzoin di perdagangan dunia. Benzoin digunakan untuk bahan obat, pengawet makanan, kosmetik, dan parfum. Harga 1 liter minyak benzoin mencapai Rp 5 juta. Biaya produksi 1 liter minyak benzoin hanya Rp 400.000. ”Produksinya bisa dibuat di tingkat petani dengan skala UMKM. Dengan hilirisasi ini, nilai tambah yang didapat bisa berkali lipat,” kata Aswandi. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :