Bendungan Mbay NTT Bakal Dongkrak Produksi Beras
Bendungan dan jaringan irigasi yang dibangun pemerintah
menjadi bagian strategi besar kedaulatan pangan. Pembangunan Bendungan Mbay di
Kabupaten Nagekeo, NTT, diharapkan melipatgandakan produksi beras setempat. ”Semua
pembangunan bendungan plus irigasinya itu dalam rangka strategi besar kita ke ketahanan
pangan, ke kedaulatan pangan,” kata Presiden Jokowi seusai meninjau progres pembangunan Bendungan Mbay di Kabupaten
Nagekeo, Selasa (5/12), seperti dikutip dari siaran pers dan kanal Youtube
resmi kepresidenan. Kepala Negara mengatakan, pembangunan Bendungan Mbay ditargetkan
selesai pada akhir 2024. Air yang ditampung di bendungan tersebut akan mengairi
ribuan hektar sawah.
”Bendungan bisa menampung 51 jutameter kubik air dan nantinya
mengairi kira-kira 4.200 hektar plus pengembangannya 1.900 hektar,” kata Presiden.
Hasil produksi beras di Nagekeo diharapkan berlipat. ”Yang kita harapkan nanti
dengan selesainya Bendungan Mbay ini, produksi beras di Kabupaten Nagekeo bisa
meningkat sampai 250 %, hingga peningkatannya bisa 2,5 kali lipat,” kata
Presiden Jokowi. Biro Humas Kementerian PUPR, beberapa waktu lalu, melansir,
Kementerian PUPR melalui Ditjen SDA terus membangun berbagai infrastruktur
bidang sumber daya air untuk mendukung terciptanya ketahanan air dan pangan di
Indonesia. Pada tahun anggaran 2024 dialokasikan pembangunan 23 bendungan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023