Booming Investasi Startup Berakhir
JAKARTA,ID-Booming investasi di perusahaan rintisan (startup) digital telah berakhir tahun ini, menyusul lonjakan suku bunga acuan, fenomena tech winter, dan perubahan pola pikir para pemodal. Kini, investor telah memburu perusahaan yang untung dengan arus kas positif, ketimbang perusahaan yang mengejar pertumbuhan dengan cara membakar uang. Semester I-2023, pendanaan startup di Indonesia merosot tajam menjadi tinggal US$ 400 juta, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 1,8 miliar, berdasarkan laporan Google, Temasek serta Bain & Company. Kemudian kuartal III-2023, terjadi pendanaan US$ 400 juta di 38 starup, merujuk keterangan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam riset UBS. Riset Google menyebutkan, pendanaan startup mulai meningkat pada 2020, saat terjadi pandemi Covid-19. Kala itu, pendanaan startup mencapai US$ 4,4 miliar, lalu mencapai puncaknya pada 2021 sebesar US$ 3,2 miliar, lalu mencapai puncaknya pada 2021 sebesar 9,1 miliar. Namun setelah pandemi Covid-19 mulai terkendali, pendanaan startup terkikis menjadi US$ 5,1 miliar pada 2022 dan terus menurun sampai I semester tahun ini. (Yetede)
Postingan Terkait
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
30 Jun 2025
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
25 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023