Garuda Cari Pendanaan untuk Tutup Utang
Tumpukan utang jangka pendek menghantui PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Manajemen berlomba dengan waktu mencari sumber pendanaan untuk mengurangi beban pinjaman. Hingga kini belum ada keputusan dari manajemen dan pemegang saham soal penyelesaian utang maskapai penerbangan milik pemerintah itu.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2019, Garuda memiliki kewajiban jangka pendek US$ 2,87 miliar. Salah satu beban terbesar yang harus dibayar berasal dari penerbitan Garuda Indonesia Global Sukuk Limited senilai US$ 500 juta yang diterbitkan pada 3 Juni 2015. Utang itu akan jatuh tempo pada 3 Juni 2020. Direktur Utama Garuda Irfan Setiaputra mengatakan perseroan masih membahas opsi untuk melunasi utang. Pilihan tersebut tak hanya dibahas di lingkup internal perusahaan, tapi juga turut melibatkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Dalam pembahasan opsi untuk menyelesaikan utang tersebut, Irfan menyatakan rencana penerbitan surat utang tak akan menjadi pilihan. Akhir tahun lalu, emiten berkode saham GIIA ini menyatakan hendak mencari pendanaan senilai US$ 900 juta untuk membayar utang. Salah satu sumbernya ditargetkan berasal dari penerbitan global sukuk senilai US$ 750 juta. Garuda akan membayarkan kupon setiap enam bulan untuk sukuk yang jatuh tempo pada 2024 itu. Tapi rencana penerbitan surat utang tersebut dibatalkan lantaran belum tersedia laporan keuangan penelaahan terbatas hingga rapat umum pemegang saham digelar pada Januari lalu. Dua rencana penyelesaian utang lainnya juga turut dibatalkan. Garuda sempat berencana melakukan private placement alias penerbita saham baru senilai US$ 750 juta yang jatuh tempo pada 2024. Alternatif lainnya berupa peer-to-peer lending senilai US$ 500 juta dengan pembayaran bunga setiap tiga bulan.
Tags :
#PenerbanganPostingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Peluang Bisnis PT Garuda Indonesia
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Potensi Lonjakan Rasio Utang perlu Diwaspadai
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023