PLTS Cirata untuk Transisi Menuju Energi Hijau
Presiden Jokowi meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
atau PLTS Terapung Cirata, Jabar, Kamis (9/11). PLTS yang menghasilkan listrik
192 megawatt peak itu diharapkan bisa mewujudkan mimpi Indonesia untuk
membangun energi baru dan terbarukan terbesar di Asia Tenggara. Presiden Jokowi
bertolak dari Monas, Jakpus, menggunakan helikopter menuju Purwakarta sekitar pukul
07.20. Tiba di kawasan PLTS Cirata, Presiden ditemani Menteri Negara Urusan
Perdagangan Luar Negeri Uni Emirat Arab Thani bin Ahmed Al Zeyoudi serta
pejabat pusat dan daerah lainnya. ”Mimpi besar kita untuk membangun energi baru
terbarukan dalam skala besar akhirnya bisa terlaksana. Kami berhasil membangun salah satu
pembangkit listrik terapung yang terbesar di Asia Tenggara dan nomor tiga di
dunia,” ujar Presiden saat memberikan sambutan pukul 09.00.
PLTS terapung di Waduk Cirata merupakan kolaborasi PLN dengan
perusahaan energi asal Uni Emirat Arab, Masdar. Berada di areal seluas 200
hektar, PLTS dengan 13 pulau modul ini berkapasitas 192 megawatt peak (MWp). Energi
yang dihasilkan mencapai 245 juta kilowatt jam (kWh) per tahun atau dapat
memasok listrik untuk 50.000 rumah tangga. Nilai investasi PLTS Cirata mencapai
145 juta USD. Thani bin Ahmed Al Zeyoudi menyambut baik kerja sama antara
Indonesia dan Uni Emirat Arab dalam penyediaan energi hijau ini. Dia
mengatakan, PLTS Terapung Cirata menjadi batu loncatan untuk hubungan yang
lebih baik dan membantu Indonesia mewujudkan penggunaan energi hijau. (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Optimalkan Kekuatan Ekonomi Domestik
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023