Ketimpangan Hambat Lompatan Ekonomi
Ketiga kandidat calon presiden sepakat bahwa Indonesia
memerlukan lompatan ekonomi dalam beberapa tahun ke depan agar dapat keluar
dari jebakan negara berpendapatan menengah. Masalah ketimpangan menjadi pekerjaan
rumah tiap kandidat dalam memformulasi strategi ekonomi untuk mencapai pertumbuhan
yang konsisten. Hal tersebut disampaikan ketiga bakal calon presiden, yakni
Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo dalam gelaran Sarasehan
100 Ekonomi bertema ”Akselerasi Menuju Ekonomi Indonesia yang Hijau, Inklusif,
dan Unggul” di Jakarta, Rabu (8/11). Anies Baswedan mengingatkan,”Pertumbuhan
ekonomi kita belum berhasil menyelesaikan pengangguran, tetapi (juga) ketimpangan
yang ada ini menjadi pekerjaan rumah yang sesungguhnya,” kata Anies. Perekonomian
Indonesia yang konsisten tumbuh di kisaran 5 % hanya dinikmati oleh sedikit
golongan.
Ganjar Pranowo menilai, pendidikan dan bunga kredit modal
usaha yang murah menjadi solusi untuk menekan ketimpangan dan kemiskinan di
sejumlah wilayah di Indonesia. Akses pendidikan hingga jenjang tertinggi akan diperluas.
Setelah itu, lulusan perguruan tinggi akan didorong menjadi pengusaha dengan
adanya bunga kredit modal kerja yang rendah. Prabowo Subianto mengungkapkan
bahwa masalah sistemik yang menyebabkan Indonesia begitu lama terjebak menjadi
negara berpenghasilan menengah adalah tidak optimalnya hilirisasi dalam
pengelolaan sumber daya alam nasional. ”Apa yang bisa bikin kita jadi negara
maju? yaitu kekayaan sumber daya alam. Ini modal kita yang harus kita gunakan. Masalahnya
adalah selama ini bangsa Indonesia kurang pandai untuk menjaga dan mengelola
kekayaan tersebut,” kata Prabowo. ”Kuncinya adalah hilirisasi untuk menciptakan
lapangan kerja, menyerap tenaga kerja, dan ujungnya adalah menghilangkan
kemiskinan,” ujar Prabowo. Ekonom senior pendiri Center of Reform on Economics (CORE),
Hendri Saparini, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengamini bahwa ketimpangan
yang kian melebar dapat menjadi momok para bakal calon presiden untuk menggenjot
pertumbuhan ekonomi. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023