Penipuan Lowongan Kerja Daring Menjadi Ancaman
Tindak pidana perdagangan orang dengan modus penipuan dalam jaringan
yang menawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi di luar negeri (online scamming) menyasar
anak-anak muda. Kejahatan tersebut kini menjadi ancaman besar di negara-negaraASEAN.
Ribuan anak muda Indonesia dikirim ke Kamboja dan Myanmar. Mereka berisiko mengalami
eksploitasi, perbudakan, dan penyiksaaan. Sepanjang empat tahun terakhir
(2020-Oktober 2023), di Asia Tenggara ada lebih dari 3.317 warga negara
Indonesia (WNI) yang menjadi korban penipuan tenaga kerja dalam jaringan
(daring). Jumlah korban ini diperkirakan masih bertambah.
”Pada tahun 2021, Kemenlu mencatat 116 kasus di Kamboja dan
77 kasus di Myanmar. Kamboja menjadi negara dengan kasus terbanyak di Asia
Tenggara, dengan peningkatan jumlah kasus hingga 800 persen dari tahun sebelumnya,”
ujar Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, saat menjadi pembicara pada
Regional Conference ”The Simultaneous Movement for Combating Human Trafficking in
ASEAN Countries Region” di Kabupaten
Badung, Bali, Rabu (8/11). Selain Judha, pada diskusi bertema ”Misuse of
Technology in Trafficking in Persons (Scamming)” ini juga tampil sebagai
pembicara Wahyu Susilo (Executive Director of Migrant Care. Pada periode
Januari-Oktober 2023 terdapat 760 WNI yang menjadi korban penipuan tenaga kerja
secara daring di Filipina, Laos, Myanmar, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan
Malaysia. (Yoga)
Postingan Terkait
KPK Dalami Kasus Gratifikasi di Lembaga Negara
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023