;

Masa Depan Lumbung Ikan Terancam

Ekonomi Yoga 06 Nov 2023 Kompas (H)
Masa Depan Lumbung Ikan Terancam

Hampir separuh potensi perikanan tangkap nasional berada di wilayah timur, khususnya di region Papua dan Kepulauan Maluku. Namun, keberlanjutan sumber daya itu terancam akibat eksploitasi berlebihan. Nelayan kecil menjadi pihak yang paling terpukul. Penelusuran Tim Harian Kompas dalam liputan khusus Jelajah Laut Papua Maluku bekerja sama dengan Yayasan Eco Nusa sepanjang Juni hingga September 2023 menemukan, gejala overfishing, atau penangkapan ikan berlebih, mencuat di kawasan timur Indonesia. Penelusuran dilakukan di sejumlah daerah ”lumbung” ikan di kawasan timur, yakni Sorong (Papua Barat Daya); Kaimana (Papua Barat); Biak (Papua); Ambon, Seram, Buru, Banda, Kei, dan Aru (Maluku); serta Ternate, Halmahera, dan Morotai (Maluku Utara). Lampiran Kepmen KP No 19 Tahun 2022 menunjukkan potensi perikanan nasional sebanyak 12.011.125 ton. Dari jumlah tersebut, hampir separuhnya atau 5.437.584 ton berada di lima WPP kawasan timur.

Namun, berdasarkan lampiran kepmen KP itu pula diketahui tingkat pemanfaatan sejumlah kelompok ikan di lima WPP tersebut sudah berstatus tereksploitasi penuh dan overeksploitasi. Kelompok ikan yang masuk kategori tersebut adalah cumi-cumi, ikan karang, pelagis besar, lobster, rajungan, dan udang penaeid. Nelayan kecil dan tradisional sangat merasakan dampak persoalan ini. Mereka harus melaut lebih jauh dan mengeluarkan ongkos lebih besar untuk mencari ikan. Meski begitu, upaya tersebut tetap tak menjamin tangkapan berlimpah. Penghasilan para nelayan pun anjlok. Harun Bakar (50), nelayan di Desa Jambula, Kota Ternate, Maluku Utara, saat ditemui pertengahan September lalu, mengatakan, sejak 1990-an, tangkapan di pesisir berangsur berkurang. Jika sebelum masa itu nelayan bisa menangkap hingga ribuan ikan hanya dalam hitungan dua jam, saat ini dalam rentang waktu yang sama hanya bisa ditangkap maksimal empat ekor ikan. ”Bahkan tidak jarang harus pulang kosong, tidak membawa hasil,” ujarnya. Jenis ikan yang ditangkap pun hanya ikan demersal atau ikan dasar seperti bobara (kuwe).  Padahal, semula, ikan-ikan pelagis seperti cakalang, tongkol, dan baby tuna masih mudah diperoleh. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :