Jadi Lumbung Pangan, Inflasi Kalteng Dipicu Harga Beras
Sekalipun Kalteng memiliki
program nasional lumbung pangan, wilayah itu tetap mengalami kenaikan inflasi
akibat kenaikan harga beras. Beras menjadi komoditas utama yang menyumbang inflasi
di Kalteng. Kenaikan harga itu seperti terpantau di sejumlah pasar tradisional
di Kota Palangkaraya, Minggu (29/10). Kasim (46), pedagang sembako di Pasar
Kahayan, mengatakan, harga beras kemasan 5 kg kini Rp 73.000. Sebelumnya, harga
beras 5 kg hanya Rp 67.000. Harga beras pera juga naik menjadi Rp 14.000 per kg
atau naik Rp 2.000 dari harga biasanya Rp 12.000 per kg. Kasim juga menjual
beras pulen dengan harga Rp 16.000 per kg atau naik Rp 5.000 dari harga
sebelumnya, Rp 11.000 per kg. ”Naik turun harganya, dari awal September sudah naik, tapi sempat turun
lagi. Lalu sekarang ini naik lagi,” katanya.
Kenaikan harga beras juga
terjadi di Pasar Besar Palangkaraya, di Jalan Ahmad Yani. Rudiantoro (35),
pedagang beras di pasar itu, mengatakan, sudah hampir seminggu ini harga beras
naik. Kenaikan harga sudah terjadi dari pemasok beras. ”Kalau saya, ambil beras
dari Banjarmasin (Kalsel),” katanya. Data BPS Kalteng menunjukkan, inflasi di
Kalteng 0,11 % dengan sampel diambil di Kota Palangkaraya dan Sampit, Kabupaten
Kotawaringin Timur. Beras adalah komoditas utama yang memberi andil terhadap
angka inflasi, yakni 0,07 %, serta bensin 0,06 %. (Yoga)
Tags :
#BerasPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023