PELUNCURAN BURSA CPO : HARGA REFERENSI DITARGET TERBENTUK AWAL 2024
Harga referensi minyak sawit atau CPO di Indonesia ditargetkan sudah terbentuk pada kuartal I/2024 menyusul peluncuran bursa CPO kemarin. Dengan harga referensi itu, Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia diharapkan tidak akan bergantung lagi pada pembentukan harga di bursa luar negeri. Setelah diluncurkan pada Jumat (13/10), bursa CPO yang diselenggarakan Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) itu ditargetkan berjalan penuh atau live mulai 23 Oktober. Artinya, sejak itu, bursa CPO bisa membentuk price discovery atau penentuan harga perdagangan fisik antara penjual dan pembeli. Price discovery selanjutnya diharapkan menjadi harga referensi, baik harga patokan ekspor CPO Indonesia maupun barometer harga dunia. Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Didid Noordiatmoko mengatakan Indonesia selama ini tidak memiliki harga acuan sendiri meskipun negara ini berkontribusi lebih dari 50% terhadap kebutuhan CPO dunia. Harga patokan ekspor dihitung berdasarkan harga di bursa Rotterdam, Malaysia, dan Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesa (ICDX). Selain itu, penentuan harga patokan dalam negeri dianggap belum transparan oleh beberapa pelaku usaha, terutama petani sawit. Sejauh ini, 18 pelaku usaha CPO siap bergabung dan berdagang dalam bursa ini. Mereka meliputi PT Bakrie Sumatera Plantation, PT Budi Nabati Perkasa, PT Eagle High Plantation Tbk., PT Duta Palma Nusantara, PT Graha Inti Mas, PT Sampoerna Agro, PT Salim Ivomas Pratama, PT Sari Dumai Sejati, PT SMART Tbk. Berikutnya, PT Wilmar Nabati Indonesia, PT Energi Unggul Persada, PT Jatim Jaya Perkasa, PT Medcopapua Hijau Selaras, TH Indo Platations, PT Citra Riau Sarana, PT Tebo Indah, PT Henson Inti Persada, dan PT Mitra Austral Sejahtera. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan tidak ada paksaan bagi para pengusaha untuk bergabung ke bursa CPO. ICDX menargetkan 50 anggota bursa pada pengujung tahun ini. Direktur ICDX Yugieandy Tirta Saputra mengatakan, untuk menjadi referensi harga, bursa CPO harus kredibel dengan banyak pembeli dan penjual yang terlibat di dalamnya. Dengan bursa yang ramai, harga yang terbentuk akan dapat dipertanggungjawabkan. Merespons peluncuran bursa CPO, saham emiten sawit ditutup beragam pada perdagangan kemarin. Saham PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) ditutup sama dengan hari sebelumnya di Rp7.250. PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) ditutup naik 0,5% ke posisi Rp980. Sebaliknya, saham PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) turun 0,2% menjadi Rp4.310.
Postingan Terkait
Peluang Bisnis PT Garuda Indonesia
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023