;

Jaringan Gas Rumah Tangga untuk Kurangi Beban Subsidi Elpiji

Lingkungan Hidup Yoga 13 Oct 2023 Kompas
Jaringan Gas Rumah Tangga untuk
Kurangi Beban Subsidi Elpiji

Beban subsidi elpiji 3 kg terus membengkak. Beberapa usaha dilakukan pemerintah, seperti mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas rumah tangga dan subsidi elpiji berbasis penerima. Sementara itu, konsumsi elpiji nonsubsidi menunjukkan tren menurun. Hal itu terungkap dalam rapat tertutup tentang jaringan gas rumah tangga dan pendistribusian elpiji 3 kg yang dipimpin Presiden Jokowi, Kamis (12/10) di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam rapat tersebut juga dibahas soal beban fiskal subsidi elpiji 3 kg yang terus meningkat. Tahun ini kuota elpiji bersubsidi 8 juta ton dengan nilai subsidi Rp 117,85 triliun. Kuota elpiji bersubsidi terus naik.Tahun 2021 sebanyak 7,46 juta ton dan pada 2022 sebanyak 7,8 juta ton. Kenaikan konsumsi elpiji bersubsidi tersebut berbanding terbalik dengan konsumsi elpiji nonsubsidi. Pada 2021 dan 2022, misalnya, alokasi elpiji nonsubsidi masing-masing 0,6 juta ton dan 0,46 juta ton.

Menurut Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, untuk mengurangi beban fiskal subsidi elpiji yang terus membengkak, solusi pertama yang dilakukan pemerintah adalah memperluas jaringan gas rumah tangga. Sayangnya, kemajuan jaringan gas rumah tangga di Indonesia masih terbilang lamban. Target pemasangan 4 juta sambungan gas rumah tangga pada 2024 diperkirakan bakal gagal. Hingga saat ini, baru 835.000 rumah tangga di Indonesia yang sudah menikmati jaringan gas. Dari jumlah tersebut, 241.000 sambungan didanai oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan sisanya digarap pemerintah. ”Jadi, dari 835.000 sambungan, sekarang diharapkan bisa ditingkatkan menjadi 2,5 juta  sambungan jaringan gas), tetapi yang mengerjakan nanti pihak swasta atau pihak ketiga,” kata Airlangga. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :