Jaringan Gas Rumah Tangga untuk Kurangi Beban Subsidi Elpiji
Beban subsidi elpiji 3 kg terus membengkak. Beberapa usaha dilakukan
pemerintah, seperti mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas rumah tangga dan
subsidi elpiji berbasis penerima. Sementara itu, konsumsi elpiji nonsubsidi menunjukkan
tren menurun. Hal itu terungkap dalam rapat tertutup tentang jaringan gas rumah
tangga dan pendistribusian elpiji 3 kg yang dipimpin Presiden Jokowi, Kamis
(12/10) di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam rapat tersebut juga dibahas soal
beban fiskal subsidi elpiji 3 kg yang terus meningkat. Tahun ini kuota elpiji
bersubsidi 8 juta ton dengan nilai subsidi Rp 117,85 triliun. Kuota elpiji bersubsidi
terus naik.Tahun 2021 sebanyak 7,46 juta ton dan pada 2022 sebanyak 7,8 juta ton.
Kenaikan konsumsi elpiji bersubsidi tersebut berbanding terbalik dengan konsumsi
elpiji nonsubsidi. Pada 2021 dan 2022, misalnya, alokasi elpiji nonsubsidi masing-masing
0,6 juta ton dan 0,46 juta ton.
Menurut Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, untuk
mengurangi beban fiskal subsidi elpiji yang terus membengkak, solusi pertama
yang dilakukan pemerintah adalah memperluas jaringan gas rumah tangga.
Sayangnya, kemajuan jaringan gas rumah tangga di Indonesia masih terbilang
lamban. Target pemasangan 4 juta sambungan gas rumah tangga pada 2024 diperkirakan
bakal gagal. Hingga saat ini, baru 835.000 rumah tangga di Indonesia yang sudah
menikmati jaringan gas. Dari jumlah tersebut, 241.000 sambungan didanai oleh PT
Perusahaan Gas Negara Tbk dan sisanya digarap pemerintah. ”Jadi, dari 835.000
sambungan, sekarang diharapkan bisa ditingkatkan menjadi 2,5 juta sambungan jaringan gas), tetapi yang
mengerjakan nanti pihak swasta atau pihak ketiga,” kata Airlangga. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023