;

Cara Halus Menaikkan Harga BBM

Cara Halus Menaikkan Harga BBM
Pertamina berencana menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan menggantinya dengan Pertamax bersubsidi dengan nama Pertamax Green 92. Pergantian ini sangat tidak sesuai dengan istilah “pergantian” itu sendiri karena harga Pertamax Green 92 direncanakan jauh lebih mahal dibanding harga Pertalite. “Pergantian” seharusnya menjurus pada pertukaran setara atau aple to aple, bukan apel dengan buah lain yang lebih mahal. Apakah setara antara Pertalite yang dibanderol dengan harga Rp 10 ribu per liter dan Pertamax Green 92 yang dihargai Rp 13.500 per liter? Jawabannya tentu sangat tidak setara.

Mengapa Pertamina berniat mengganti Pertalite dengan Pertamax Green 92? Apakah gagasan tersebut sebenarnya merupakan upaya pengurangan subsidi atau kenaikan harga BBM atau mengembalikan harga BBM ke harga keekonomiannya atau apa? Jika memang demikian, bagaimana imbasnya pada anggaran dan inflasi serta ekonomi masyarakat?

Sebenarnya, kalau kita menelusuri rencana strategis pemerintah sejak zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, niat awal penciptaan merek dagang Pertalite adalah sebagai “bridging product” (produk antara) sebelum menuju ke Pertamax alias varian nonsubsidi untuk kemudian menghapus atau meninggalkan BBM jenis Premium. Dengan kata lain, pemerintah memang memiliki tujuan jangka panjang untuk menghilangkan subsidi BBM dan mengembalikan harganya ke mekanisme pasar (liberalisasi harga). Nah, tujuan awal ini sebenarnya sudah dicapai ketika Premium dihapus. (Yetede)
Tags :
#Migas
Download Aplikasi Labirin :