NASIB GENJRING AKROBAT, Perkasa di Panggung, Kalah dalam Kehidupan
Puluhan tahun silam, seni tradisi genjring akrobat, yang
memadukan tabuhan genjring dan atraksi, setia menghibur penonton di Cirebon dan
sekitarnya. Alih-alih berakrobat di panggung, para pemainnya kini bertarung
pada kerasnya kehidupan. Karsinih berusia lebih dari 60 tahun. Namun, anggota
grup Genjring Putri Kuda Kecil pimpinan Lilis Kasiri itu masih perkasa ketika
mencontohkan bagian atraksi mengangkat beban. Pada Minggu (17/9) siang di rumah
keluarga Lilis di Desa Bayalangu Kidul, Cirebon, Karsinih merebahkan tubuhnya
dalam posisi menengadah di atas lantai beralaskan tikar. Tongkengnya, punggung
sebelah bawah, bertumpu pada sebuah bantal hijau, telapak kakinya yang keriput
memutar-mutar kotak kayu seberat 3 kg selama semenit tanpa terjatuh. ”Kalau mau
satu orang naik di kotak juga bisa,” ucap Karsinih menantang. Jejak digital di
Youtube dengan kata kunci ”kuda kecil” merekam kekuatannya, tahun lalu,
misalnya, kedua kaki Karsinih mengangkat kotak balok dengan perempuan remaja. Tahun
1970-1980-an, Kuda Kecil yang beranggotakan 40-an orang melejit. Panggilan
untuk pentas mengalir seperti air, mulai
dari acara hajatan, acara pemerintah, sampai acara adat.
Bersama beberapa perempuan perkasa lainnya, Karsinih berkelana
menaklukkan panggung di Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Jakarta,
hingga Bali, menggunakan truk. ”Sebulan lebih saya enggak pulang. Mau pulang
Lebaran saja enggak bisa karena banyak panggungan. Waktu itu, bayarannya Rp
1.000-Rp 5.000 per orang,” ungkap Karsinih. Uang itu digunakannya untuk makan,
belanja baju, hingga beli emas. Boleh dikata Karsinih makmur kala itu. Grup
Kuda Kecil juga makmur. Bukan hanya dari tanggapan panggung, grup ini juga
mendapatkan pemasukan dari sejumlah album berisi lagu karya sendiri yang
direkam di Jakarta. Namun, itu cerita lama. Belasan tahun terakhir ini, grup Kuda
Kecil mengalami kemunduran. Beberapa anggotanya meninggal. Tiga tahun lalu,
Lilis sang pimpinan juga meinggal. Ia kemudian digantikan anak perempuannya,
Suheri. Panggilan pentas menyusut dan makin hari makin langka. Terakhir kali,
grup Kuda Kecil tampil tahun lalu. Saking jarangnya mendapat pentas, plang
papan nama grup sudah dicopot. Peralatannya teronggok di tanah. Genjring
terkunci di lemari. Para pemainnya yang masih hidup, termasuk Karsinih, Narti,
Nasiti, Tarwi, Dawira, Suheri, dan Karyadi (suami Lilis), berpencar mencari penghidupan
di bidang lain. Karsinih kadang merias pengantin jika ada panggilan. Hasilnya
sekadar untuk makan. (Yoga)
Tags :
#VariaPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023