Akibat Minim Pesawat di Masa Pemulihan
21 Sep 2023
Tempo
JAKARTA – Pulihnya arus penumpang penerbangan domestik dikhawatirkan belum berimbang dengan ketersediaan jumlah pesawat. Anggota Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo, mengatakan lembaganya masih menerima aduan soal minimnya pilihan jadwal keberangkatan dari dan menuju daerah tujuan pariwisata, termasuk Bali.
Aduan itu, kata Sudaryatmo, kerap diikuti keluhan soal harga tiket yang mahal dan anomali layanan maskapai penerbangan. “Memang tergantung karakter rute. Tapi hal-hal ini bisa merugikan pengguna jasa,” ujarnya, kemarin, 20 September 2023. Menurut Sudaryatmo, permintaan layanan transportasi udara telah pulih setelah tiga tahun dihantam pandemi. Jumlah penumpang juga terus meningkat, hampir menyamai masa sebelum Covid-19 mewabah.
Namun harga tiket pesawat juga terus melambung. Operator penerbangan berbiaya murah alias low-cost carrier (LCC), kata Sudaryatmo, ramai-ramai memasang harga layanan mendekati tarif batas atas (TBA). Dia menengarai kondisi itu turut dipicu oleh masih terbatasnya jumlah pesawat yang siap diterbangkan maskapai. (Yetede)
Postingan Terkait
Kebijakan Diskon Tiket Transportasi
30 Jun 2025
RI Kembangkan Industri Pesawat Amfibi
28 Jun 2025
Peluang Bisnis PT Garuda Indonesia
26 Jun 2025
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
24 Jun 2025
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023