;

INDUSTRI MEBEL : AMBISI BESAR KUASAI PASAR GLOBAL

Ekonomi Hairul Rizal 15 Sep 2023 Bisnis Indonesia
INDUSTRI MEBEL : AMBISI BESAR KUASAI PASAR GLOBAL

Industri furnitur atau mebel bakal mendapat perhatian khusus dari pemerintah agar bisa bersaing dengan produk serupa yang berasal dari luar negeri. Sejumlah dukungan kebijakan pun disiapkan agar sektor tersebut mampu kembali menguasai pasar global. Keunggulan sumber daya alam sebagai bahan baku dan sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia perlu dioptimalkan agar industri furnitur bisa kembali berjaya. Saat ini, ekspor furnitur Indonesia tercatat berada di posisi 17 secara global, di bawah Vietnam yang menempati posisi kedua, dan Malaysia di peringkat 12.Presiden Joko Widodo memastikan bahwa pemerintah bakal terus mendorong industri mebel dan kerajinan di Tanah Air untuk menguasai pasar di dalam negeri, sehingga tidak dikuasai oleh produk-produk impor. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah mendorong agar produk-produk mebel dalam negeri dimasukkan ke dalam e-katalog. Dengan begitu, produk furnitur domestik akan lebih mudah diserap oleh belanja pemerintah pusat, daerah, hingga badan usaha milik negara atau BUMN. “Kalau kita gabung belanja APBN, APBD, maupun BUMN, belanja kita pada 2023 sudah mencapai Rp1.236 triliun. Belanja ini bukan hanya mebel, dan mebel tadi disampaikan kurang dari lebih US$1,1 miliar, artinya Rp17 triliun. besar sekali, dan banyak diisi oleh furnitur impor,” katanya saat membuka IFFINA Indonesia Meubel & Design Expo 2023, Kamis (14/9). 

Kepala Negara pun berharap para pelaku usaha mau lebih membuka diri untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan lain agar bisa bersaing. Dengan kerja sama tersebut, Presiden optimistis para pengusaha mebel di dalam negeri dapat mengambil alih pasar domestik. Anne Patricia Sutanto, Wakil Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), meminta waktu 5 tahun untuk menjadikan Indonesia sebagai negara pengekspor furnitur terbesar di Asia Tenggara.   Salah satu upaya yang bakal dilakukan adalah dengan menggelar pameran Indonesia International Furniture and Craft Fair (IFFINA) 2023 pada 14—27 September 2023 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang. Agenda tersebut diharapkan bisa meningkatkan nilai ekspor hingga 20% pada 2024. Adapun, Asmindo mencatat pendapatan ekspor Indonesia dari funitur dan kerajinan tangan secara global sebesar US$2,81 miliar. Sementara itu, ekspor furnitur Indonesia di Asean diketahui hanya sebesar US$196 juta pada 2022 dari potensi pasar Asean sebesar US$14,5 miliar. Pada semester pertama tahun ini, pendapatan ekspor mebel Indonesia dari pasar Asean mencapai US$1,2 miliar. Ketua Asmindo Dedy Rochimat optimistis masih banyak potensi pasar yang dapat digali, baik di dalam maupun luar negeri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor produk furnitur (kode HS 94) mengalami penurunan dari US$3 miliar pada 2021 menjadi US$2,9 miliar pada 2022. Pada semester pertama 2023, nilai ekspor furnitur dan kerajinan mencapai US$1,1 miliar. Untuk mengejar target US$2,2 miliar tahun ini, Asmindo tengah menggali potensi IKN Nusantara yang disinyalir akan segera dibangun berbagai proyek, seperti hotel, apartemen, hingga perkantoran. Hal tersebut pun didukung oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki yang mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo meminta para pengusaha furnitur untuk tidak terlambat mengambil momentum dalam pembangunan ibu kota baru tersebut.

Download Aplikasi Labirin :