Jangan lagi Berharap Bunga Turun
JAKARTA,ID-Keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan di level 5,75% dalam tujuh bulan beruntun mengindikasikan rezim bunga tinggi akan bertahan lebih lama. Masyarakat dan dunia usaha tak bisa lagi berharap suku bunga kredit turun dalam waktu dekat. Bahkan, ada tendensi suku bunga bakal naik lagi, alih-alih melandai. Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (24/09/2023), memutuskan untuk menahan BI 7-day Reserve Repo Rate (B17DRR) di level 5,57%. BI Juga menahan suku bunga Deposit Facilty dan Lending Facility masing-masing di posisi 5,00% dan 6,50%. Dengan demikian, Bank Sentral sudah delapan bulan memasuki BI-7DDR di level 5,75% atau sudah menahannya selama tujuh bulan berturut-turut naik 25 bps pada 19 Januari 2023 dari bulan sebelumnya 5,50%. BI menahan bunga acuan ditengah memudarnya spekulasi bahwa Bank Sentral AS The Federal Reserve digadang-gadang bakal menaikkan fed fun rate (FFR) sebanyak dua kali sampai penghujung 2023 dari posisi saat ini 5,25-5,50%. The Fed berpeluang menaikkan suku bunga setelah inflasi di negeri Paman Sam bulan lalu kembali naik menjadi 3,2% (yoy) dibanding bulan sebelumnya 3,0%. (Yetede)
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Pasar Dalam Tekanan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023