Warga Pedalaman Sumba Terbantu BBM Satu Harga
Kebijakan BBM Satu Harga yang mulai diberlakukan sejak 2018 kini telah menjangkau enam titik di Pulau Sumba, NTT. Masyarakat pedalaman yang selama ini kesulitan mengakses BBM merasa terbantu.Mereka berharap program itu dipertahankan dan diperluas ke wilayah pelosok lain. Kebijakan tersebut kini berlaku di SPBU Desa Anakaka, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, sebagaimana terpantau pada Rabu (23/8). SPBU tersebut juga melayani masyarakat di dua kecamatan lain, yakni Kodi Bangedo dan Kodi Balaghar. Setiap hari, 7.000 kiloliter BBM terjual di SPBU tersebut. Agus Tamuama, Sekretaris Desa Anakaka, menuturkan, kehadiran BBM Satu Harga sangat membantu masyarakat, baik dari sisi akses maupun harga.
Sebelumnya, untuk mendapatkan BBM dengan harga tersebut, mereka harus pergi ke Tambolaka, ibu kota Sumba Barat Daya, dengan waktu tempuh 1 jam. ”Sampai di sana pun kami harus antre lama-lama dan kadang kala kami tidak dapat karena stok BBM habis. Kami terpaksa beli eceran dengan harga lebih mahal dan takarannya juga lebih sedikit. Kami rugi dobel,” ujarnya. Kehadiran BBM Satu Harga mendorong kemajuan ekonomi setempat, mulai dari UMKM hingga aktivitas melaut. Lalu lintas transportasi yang membawa hasil komoditas ke wilayah perkotaan juga semakin lancar. ”Disadari bahwa selama ini masyarakat di pelosok membeli BBM dengan harga yang tidak wajar. Pertamina mendapat penugasan dari pemerintah untuk mewujudkan keadilan energi melalui program BBM Satu Harga,” kata Taufiq Kurniawan, Section Head Communication Relation Pertamina Patra Niaga Jawa Timur Bali Nusa Tenggara. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023