;

Sabotase Pendidikan Lewat Perpeloncoan

Sabotase Pendidikan Lewat Perpeloncoan

Sejumlah kalangan menganggap bahwa perpeloncoan merupakan hal wajar. Selain atas dalih tradisi, para pembenarnya menganggap bahwa perpeloncoan merupakan momen pembentukan mental dan solidaritas. Faktanya, perpeloncoan justru memiliki dampak destruktif. Sebagai praktisi pendidikan sekaligus pegiat ilmu sosial, saya tertarik mengulas bagaimana komunitas ilmiah sejauh ini memandang perpeloncoan. Berikut ini empat fakta terkait dengan perpeloncoan dan bahayanya terhadap proses pendidikan kita.

Mahasiswa baru mengikuti masa Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek) di Banten, Dokumentasi TEMPO/STR/Marifka Wahyu Hidayat Perpeloncoan merupakan hal yang bertentangan dengan keamanan manusia. Secara definisi, keamanan manusia merupakan pendekatan untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang terkait dengan keberlangsungan hidup pada tingkat individual. Isu keamanan manusia adalah konsep yang melampaui kerangka keamanan tradisional yang umumnya berkutat pada isu perang-damai.

Dengan demikian, keamanan manusia berfokus pada martabat, kesejahteraan, serta hak asasi individual dan mencegah apa pun yang dapat mengancamnya. Dalam hal ini, mendapatkan pendidikan yang layak juga termasuk di antaranya. Dalam sebuah pidato, Vernor Munoz Villalobos, Pelapor Khusus Komisi Hak Asasi Manusia PBB untuk bidang pendidikan, mengatakan lingkungan pendidikan yang aman merupakan sebuah hak asasi. (Yetede)

Tags :
#Berita
Download Aplikasi Labirin :