;

Penyeragaman Konsumsi Picu Kerawanan Pangan dan Gizi

Lingkungan Hidup Yoga 15 Aug 2023 Kompas
Penyeragaman Konsumsi Picu Kerawanan Pangan dan Gizi

Keberagaman pangan lokal merupakan fondasi ketahanan pangan di NTT yang beriklim kering. Namun, pola konsumsi warga saat ini kian didominasi beras dan terigu yang harus didatangkan dari luar wilayah sehingga meningkatkan kerentanan pangan dan gizi. Menyusutnya keberagaman pangan di NTT diungkapkan para peserta semiloka ”Transformasi Sistem Pangan Berbasis Budaya, Bekeadilan dan Berkelanjutan” di Labuan Bajo, NTT, Senin (14/8). Serfia Owa (59), petani yang juga Ketua Aliansi Perempuan Mandiri Manggarai Barat, menuturkan ”Di kampung, anak-anak tak lagi makan pangan lokal,tetapi mengonsumsi makanan instan,” kata Serfia, yang tinggal di Kampung Munting Kajang, Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Perubahan pola konsumsi membuat NTT tergantung pangan dari luar, khususnya beras sehingga rentan krisis pangan.

”April-Mei 2023 lalu, harga beras semula Rp 11.000 per kg jadi Rp 15.000 per kg. Padahal, desa kami penghasil beras,” kata Ina Pagu (25), petani Desa Tal, Manggarai. Berdasarkan pantauan Kompas pada April 2023, krisis beras melanda di NTT. Di Kota Kupang, harga beras medium mencapai Rp 14.000 per kg. Bahkan, di Lembata, harga beras Rp 17.000 per kg. Terjadi kenaikan harga Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per kg. Krisis beras terjadi karena NTT defisit beras. Berdasarkan data BPS, angka produksi beras di NTT tahun 2022 hanya 442.842 ton, dan tingkat konsumsi beras mendekati 1 juta ton per tahun. Romo Inosensius Sutam, budayawan pangan dari Keuskupan Ruteng, mengatakan, daerah NTT memiliki keberagaman pangan tinggi. Namun belakangan pola konsumsi warga jadi seragam, didominasi beras dari padi sawah. ”Padi (ladang) dibudidayakan sejak dulu, tetapi terbatas dan hanya dikonsumsi saat ritual,” ujarnya. Peralihan ke sawah menyebabkan keberagaman sumber pangan hilang. ”Sekarang padi ladang, sorgum dan jewawut hampir hilang. Padahal, beragam tanaman itu tahan kekeringan,” katanya. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :