Bisnis Nikel Jadi Daya Ungkit Baru
Penurunan harga batubara global masih membayangi kinerja PT United Tractors Tbk (UNTR). Kendati begitu, prospek UNTR masih positif didukung ekspansi di sektor non-batubara.
Salah satu ekspansi yang cukup gencar dilakukan UNTR adalah investasi di sektor pertambangan nikel. UNTR telah melakukan
share subscription agreement
pengambilan 19,99% kepemilikan saham di Nickel Industries Limited (NIC) yang tercatat di Australian Securities Exchange Ltd (ASX).
Analis Sucor Sekuritas, Yoga Ahmad Gifari mengatakan, akuisisi pertambangan nikel senilai US$ 1,43 miliar akan menguntungkan UNTR. Apalagi, Stargate memiliki total sumber daya 146,7 juta ton dan sedang membangun proyek
rotary kiln electric furnace
(RKEF) dengan kapasitas produksi
nickel pig iron
(NPI) sebesar 130.000 ton.
Sementara, Nickel Industries punya sumber daya bijih nikel sebesar 300 juta ton dan smelter RKEF yang memproduksi 65.336 ton NPI dan 4.743 ton nikel
matte.
Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta juga sepakat, ekspansi ini dapat berkontribusi positif ke kinerja UNTR. Selain itu, bisnis alat berat UNTR masih akan bertumbuh. Terlihat dari kinerja alat berat yang positif, dengan penjualan 3.145 unit, naik 9,46% secara tahunan. "Sektor alat berat masih memberikan keuntungan," ujarnya, Senin (31/7).
Di sisi lain, analis Maybank Sekuritas Indonesia Richard Suherman dan Jeffrosenberg Chenlim masih yakin kinerja UNTR relatif tangguh sejalan penjualan operasional yang tumbuh. Richard memperkirakan, pendapatan UNTR tahun ini bisa mencapai Rp 117,98 triliun dengan laba bersih Rp 17,44 triliun.
Tags :
#NikelPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023