Minyak dan Gas Nonkonvensional Jadi Tumpuan
Pencarian sumber daya minyak dan gas non konvensional, yakni jenis shale oil dan shale gas, terus dilakukan PT Pertamina (Persero) lewat penajakan sumur eksplorasi di Lapangan Gulamo, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Pencarian migas non konvensional menjadi tumpuan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor minyak. Menurut Menteri ESDM Arifin Tasrif, kemampuan produksi minyak konvensional Indonesia saat ini 600.000 barel per hari. Padahal, konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari. Dengan demikian, Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah atau BBM sebanyak 1 juta barel per hari.
”Untuk mengurangi impor, diperlukan upaya menambah cadangan minyak di dalam negeri, salah satunya dengan mengoptimalkan potensi minyak dan gas non konvensional. Indonesia masih memiliki potensi yang cukup besar dan harus dieksploitasi demi menjamin keamanan energi masyarakat,” ujar Arifin dalam acara peresmian pengeboran perdana migas nonkonvensional oleh PT Pertamina Hulu Rokan, Kamis (27/7) di Lapangan Gulamo. Menurut rencana, setelah pengeboran perdana eksplorasi migas non konvensional di Lapangan Gulamo, Pertamina akan melanjutkan kegiatan serupa di Lapangan Kelok, yang masih menjadi bagian wilayah kerja Rokan pada November mendatang. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023