Kehebatan Ekonomi AS Mendekati Mitos
Kunjungan Menkeu AS Janet Yellen ke China sejak Kamis (6/7) bertujuan sangat bagus, baik bagi AS maupun China dan dunia. Upaya Yellen mirip mencegah pemudaran ekonomi AS tanpa saling mencederai. Ini langkah pas di tengah ekonomi AS yang memudar. PM China Li Qiang juga menyambut dengan kalimat puitis. ”Kemarin, pas momen Anda tiba di bandara dan turun dari pesawat, kami melihat sebuah pelangi,” kata Li saat bertemu Yellen di Beijing, China, Jumat (7/7). ”Saya kira, hal ini berlaku juga bagi relasi AS-China. Setelah melewati gelombang-gelombang angin dan hujan, akhirnya kami bisa melihat sebuah pelangi.” Fobia China yang disuarakan ekonom Peter Navarro, penasihat dagang AS pada era Presiden Donald Trump, telah melahirkan serentetan pengenaan tarif terhadap produk impor asal China.
Pemblokiran teknologi AS terhadap Huawei berefek pada penjualan produk Huawei di dunia. Balasan China, dengan mengurangi impor produk pertanian AS, juga telah mencederai kepentingan ekonomi petani AS. Tarif yang dikenakan AS terhadap produk China turut membebani konsumen AS. Ada banyak retaliasi dagang, investasi yang berlanjut di antara dua negara itu. Kabinet Presiden Joe Biden menyadari efek retalisasi dagang, jika berhadapan dengan China yang tidak mau tunduk seperti Jepang. Mendag AS Gina Raimondo pernah mengusulkan pengurangan tarif impor asal China karena membebani konsumen AS. Namun, ide ini langsung mendapat kritik tajam dari para hawkish. Adalah Yellen yang terus menyuarakan pentingnya perbaikan relasi ekonomi AS- China. Di tengah langkah AS yang masih kukuh untuk menutup akses cip tercanggih ke China, ia terus menyuarakan pentingnya perbaikan relasi.
Yellen mendengar jeritan pebisnis AS yang menghadapi hambatan di China sebagai balasan atas perang ekonomi AS. ”Saya mendengar keluhan dari pebisnis AS akan senjata non-ekonomi dari China, juga hambatan bagi perusahaan asing (AS) di pasar China,” kata Yellen pada pertemuan di Beijing yang digelar Kamar Dagang dan Industri AS di China (The New York Times, 7/7/2023). Di hadapan PM Li, Yellen menyatakan seharusnya alasan keamanan AS tidak menjadi halangan bagi kelangsungan relasi ekonomi AS- China. Ia tegaskan, tidak mungkin dua perekonomian ini terpecah. Atas dasar itulah, Yellen tetap bersedia berkunjung ke China untuk memperbaiki relasi ekonomi. Dari produk manufaktur hingga pesawat terbang, bahkan pesawat tempur sekalipun, China telah mampu membuatnya dan bahkan menyaingi teknologi AS. Ke depan kejayaan ekonomi AS berpotensi tinggal mitos. Pemerintah China telah memprogramkan pembangunan ekonomi dengan moto ”jalan sendiri”. Programnya meluas, ”Mulai dari telepon pintar hingga ke mesin pesawat” sejak 2015. ” (Yoga)
Postingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
China Meminta Dukungan Lebih Besar dari AIIB
Dampak Blokade Selat Hormuz pada Logistik Laut
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Pasar Dalam Tekanan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023