Ekonomi Biru, Mesin Baru Pertumbuhan Asean
JAKARTA,ID-Ekonomi biru berpotensi menjadi mesin baru pertumbuhan di kawasan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean). Lautan di kawasan Asean disebut menyumbang 2,5% dari permukaan seluruh lautan. Didalam kawasan Asean saja, lautan (water area) mencakup sebanyak 66% dari total luas keseluruhan (lautan). Kendati produk domestik bruto (PDB) keseluruhan Asean tumbuh 10,3% selama periode 2016-2021, pemanfaatan ekonomi biru sebagai sumber kemakmuran baru dilakukan dalam rangka mendongkrak ekonomi sehingga negara-anggota Asean yang masih menyandang status pendapatan menengah ke bawah. Pada 2021, ada lima negara Asean yang berpenghasilan menengah ke bawah, yaitu Kamboja, Laos, Myanmar, Filipina, dan Vietnam. Selain itu, ada tiga negara Asean yang tergolong berpenghasilan menengah ke atas, yakni Indonesia, malaysia, dan Thailand yang masih terjebak status pendapatan menengah selama 13 tahun. Demikian disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam acar Asean Bule Economy Forum 2023 di tanjung Pandan, Kepulauan bangka Belitung, Senin (3/7/2023). "Asean membutuhkan mesin pertumbuhan baru untuk meningkatkan kemakmuran kesejahteraan rakyat," kata dia. (Yetede)
Tags :
#Ekonomi InternasionalPostingan Terkait
Potensi Lonjakan Rasio Utang perlu Diwaspadai
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023