Proyeksi Bengkak di Akhir Tahun
JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina, Patra Niaga Alfian Nasution, memprediksi penyaluran LPG tabung 3 kilogram tahun ini bakal membengkak lagi. Perusahaan memperkirakan realisasi penyaluran gas bersubsidi itu akan lebih tinggi 2,7 persen dari kuota tahun ini sebesar 8 juta metrik ton. "Prognosis kami, pada akhir Desember 2023 realisasinya sebesar 8,22 juta metrik ton," kata dia, kemarin.
Tanda-tanda kelebihan kuota ini antara lain terlihat dari realisasi penyaluran LPG tabung 3 kilogram sejak awal tahun hingga Mei 2023 yang berlebih 8,4 persen dari kuota. Pertamina menetapkan kuota penyaluran LPG kemasan 3 kilogram hingga Mei 2023 sebesar 3,06 juta metrik ton, tapi realisasinya sebesar 3,32 juta metrik ton. Jika dibandingkan dengan data pada Januari-Mei 2022, terdapat kenaikan penyaluran sebesar 5,1 persen.
Berdasarkan prognosis tersebut, Pertamina mengusulkan tambahan kuota LPG tabung 3 kilogram untuk tahun ini. Alfian mengimbuhkan, keputusan tersebut tak akan membebani negara. Pasalnya, biaya untuk mensubsidi 8 juta metrik ton LPG diperkirakan hanya menghabiskan Rp 85,45 triliun. Sedangkan anggaran untuk tahun ini dipatok sebesar Rp 117,84 triliun.
"Kelebihan sekitar Rp 32 triliun ini akan bisa mengkompensasi kelebihan kuota LPG tadi," ujarnya. Kelebihan anggaran tersebut dipicu penurunan harga minyak mentah. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2023, pemerintah menggunakan asumsi Indonesian Crude Price sebesar US$ 90 per barel. Sementara itu, per Mei lalu, harganya turun ke kisaran US$ 70 per barel. Penurunan harga minyak ikut menekan harga LPG.
(Yetede)
Tags :
#PertaminaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023