;

Produksi Kian Turun, Impor Garam Naik

Lingkungan Hidup Yoga 14 Jun 2023 Kompas
Produksi Kian Turun,
Impor Garam Naik

Produksi garam nasional dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan industri dalam  negeri hingga tahun 2024. Beberapa tahun terakhir, produksi garam domestik cenderung turun, sementara impornya naik. Usaha ekstra diperlukan untuk mendorong produksi, antara lain dengan memperluas lahan dan intensifikasi. Direktur Operasi dan Pengembangan PT Garam Fran Purwanto, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (12/6) mengatakan, pasokan garam untuk industri nasional belum bisa dipenuhi secara menyeluruh dari produksi dalam negeri. Intensifikasi hanya mampu mendongkrak produksi secara signifikan. Perpres No 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional mengamanatkan pemerintah pusat dan daerah mempercepat pembangunan pergaraman. Kebutuhan garam nasional harus dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri paling lambat pada 2024.

Kebutuhan garam nasional antara lain garam untuk  konsumsi dan industri, yakni industri aneka pangan, penyamakan kulit, pakan ternak, pengasinan ikan, sabun dan detergen, tekstil,farmasi, serta kimia atau chlor alkali plant (CAP). Selain itu, garam untuk pengolahan air, peternakan dan perkebunan, pengeboran minyak, serta kosmetik. KKP mencatat, kebutuhan garam nasional 4,5 juta ton per tahun. Dari jumlah itu, industri CAP jadi pengguna tertinggi, yakni 2,2 juta-2,3 juta ton per tahun, sementara garam untuk konsumsi sekitar 1,5 juta ton per tahun dan selebihnya diserap industri lain (Kompas.id, 27/2). Sementara itu, produksi garam dalam negeri cenderung turun beberapa tahun terakhir, dari 2,5 juta ton pada 2019 menjadi 1,06 juta ton pada 2020 dan 0,88 juta ton tahun 2021. Guna memenuhi kebutuhan industri, pemerintah mengizinkan impor garam. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :