OVER SUPPLY PASOKAN MIGAS : Mengendalikan Produksi Gas Jawa Timur
Nurwahidi, Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), mengatakan penurunan puncak produksi gas di Jawa Timur dilakukan untuk mengimbangi laju serapan gas domestik yang relatif stagnan. Manuver untuk menurunkan puncak produksi gas itu juga diharapkan dapat memperpanjang masa produksi gas atau plateau di kawasan tersebut yang belakangan makin susut. “Akan kita sesuaikan. Jadi tahun lalu kita peak itu bisa sampai 1.300 MMscfd, tapi sekarang kita tahan di sekitar 1.000 MMscfd saja,” katanya, Selasa (23/5). Lewat penurunan puncak produksi itu, maka masa produksi gas di sejumlah konsesi lapangan gas di Jawa Timur dapat diperpanjang. Harapannya, investor akan lebih tertarik untuk ikut mengelola sejumlah lapangan gas. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak memang meminta SKK Migas untuk menahan laju produksi gas lantaran kapasitas serapan gas domestik masih terbilang rendah dibandingkan dengan pertumbuhan produksi gas saat ini. Berdasarkan proyeksi yang disampaikan SKK Migas, Emil mengatakan sejumlah wilayah kerja (WK) gas di Jawa Timur bakal mencapai titik puncak produksi pada rentang 2024—2026.
Tags :
#MigasPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023