;

KETAHANAN PANGAN, Ujian El Nino untuk Indonesia

Lingkungan Hidup Yoga 23 May 2023 Kompas
KETAHANAN PANGAN, 
Ujian El Nino untuk Indonesia

Sejak akhir April 2023, istilah El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan di Indonesia tentu menjadi momok bagi produksi pangan dalam negeri. Popularitas kata ”El Nino” tak lepas dari laporan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) yang dipublikasikan pada Rabu (3/5), yang menyatakan, setelah fenomena La Nina yang berlangsung selama tiga tahun berturut-turut, terdapat peluang 60 % terjadinya pergeseran dari kondisi El Nino-Southern Oscillation (ENSO) netral ke El Nino pada Mei-Juli 2023. Berdasarkan pemutakhiran prediksi, peluang tersebut dapat meningkat menjadi 70 % pada Juni-Agustus 2023 dan 80 % pada Juli-September 2023. Adapun ENSO netral merupakan situasi yang menunjukkan El Nino dan La Nina sedang tidak terjadi. Kondisi iklim yang dipengaruhi fenomena ENSO turut memengaruhi negara-negara anggota ASEAN. Prediksi musiman dari ASEAN Specialised Meteorological Centre menyebutkan, curah hujan di bawah normal diperkirakan terjadi di mayoritas wilayah ASEAN bagian selatan sepanjang Mei-Juli 2023. Pada periode yang sama, temperatur di atas normal akan terjadi di mayoritas wilayah ASEAN. Situasi ENSO netral diperkirakan berlangsung Mei-Juni dan ada  kemungkinan kondisi El Nino meningkat pada awal semester II-2023.

Fenomena El Nino yang berpotensi memengaruhi ketahanan pangan dunia digarisbawahi Bank Dunia. Food Security Update Bank Dunia pada 20 April 2023 menyebutkan, pola cuaca akibat El Nino dapat memperparah dampak cuaca ekstrem yang tengah terjadi. Fenomena El Nino berpengaruh pada pergerakan temperatur dan pola curah hujan, karena itu, para ahli kian mengimbau peningkatan investasi untuk adaptasi dan mitigasi iklim dalam rangka mengurangi dampak cuaca ekstrem terhadap pertanian dunia dan ketahanan pangan. El Nino seolah menguji kedalaman Indonesia mengenal karakter beragam komoditas pangan di tengah cuaca ekstrem, melalui pemetaan pangan secara rinci sehingga langkah mitigasi yang dijalankan dapat spesifik sesuai dengan karakter tiap komoditas. Langkah pertama bisa dimulai dari meninjau pola El Nino terhadap produksi komoditas pangan yang menjadi prioritas Pemerintah Indonesia. Riset Tian Mulyaqin berjudul ”Pengaruh El Nino dan La Nina terhadap Fluktuasi Produksi Padi di Provinsi Banten”  yang dipublikasikan April 2020 mengolah data produksi beras di Banten sepanjang 2002-2015. Salah satu kesimpulan riset tersebut adalah El Nino dapat menurunkan produksi beras di Banten, sedangkan La Nina berpotensi berdampak pada kenaikan produksi. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :