Belum Lepas dari Ekonomi Komoditas
JAKARTA – Era reformasi, yang sudah berjalan 25 tahun, belum mampu mereformasi struktur ekonomi Indonesia. Hingga hari ini, Indonesia masih berkutat pada perekonomian berbasis komoditas alam, alih-alih melangkah maju ke perekonomian berbasis pengetahuan. Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk, David Sumual, mengatakan hasil bumi sudah menopang neraca dagang Tanah Air sejak era kolonial. Struktur ekonomi berbasis hasil bumi itu berlanjut pada era reformasi dengan sedikit variasi pada jenis komoditas utamanya. “Kita selalu diuntungkan setiap terjadi booming harga komoditas tertentu. Kekuatan industri ekstraktif tak berubah,” tuturnya kepada Tempo, kemarin.
David menceritakan, sekitar satu dekade sebelum kemerdekaan Indonesia, gula merupakan komoditas andalan ekspor pemerintah Hindia Belanda. Puncak kejayaan ekspor gula terjadi pada periode 1929-1930 karena luasnya jaringan pabrik gula yang dibangun pada awal era 1920-an. Dengan tingkat produksi menembus 3 juta ton per tahun, Indonesia mengalahkan produsen utama gula dunia, yakni Brasil dan India. Memasuki era 1950-an, posisi gula digeser oleh karet sebagai komoditas ekspor utama, sebelum dilampaui oleh minyak dan gas bumi, kayu lapis, serta garmen dan alas kaki secara berturut-turut sejak 1970.
Besarnya kebutuhan energi untuk pembangkit listrik membuat permintaan minyak mentah stabil. Namun, David mengimbuhkan, neraca dagang selama sedekade terakhir mulai dikendalikan oleh komoditas tambang, seperti batu bara dan nikel. Tak terusik oleh pandemi Covid-19, harga batu bara menyentuh rekor termahal sepanjang sejarah, yaitu US$ 460 per ton pada September 2022. Tapi kemudian harganya terus melorot menjadi US$ 167-170 per ton saat ini. Bank Dunia memprediksi harga batu bara jatuh 23 persen pada 2024. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023