Tantangan Elektrifikasi dan Investasi
Sektor
energi termasuk yang menjadi sorotan dalam lima tahun kepemimpinan Jokowi-JK.
Aneka stimulus dan rencana dilakukan agar target ketahanan energi dapat
dicapai. Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar menjelaskan Indonesia punya banyak
pulau terpencil sebagai sebuah tantangan. Elektrifikasi bisa diupayakan sampai
98 persen salah satunya dengan lampu tenaga surya hemat energi. Tantangan
lainnya adalah kemampuan masyarakat untuk membiayai sambungan listrik masih
rendah, para pemangku kepentingan harus bergotong royong agar bisa terpenuhi.
Sebelumnya ada 68 juta rumah belum dialiri, saat ini telah 98 persen berhasil
dialiri listrik, dan terus berlanjut hingga 100 persen. Sektor migas mempunyai
tantangan tersendiri, usia lapangan yang sudah lebih 30 tahun sehingga
produktivitas turun, sementara dana eksplorasi yang terbatas hanya 70 Milyar
dari APBN. Dengan tambahan dana kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) sebesar
2,6 milyar dolar AS diharapkan dalam 10 tahun ke depan ditemukan lapangan migas
yang cukup baik. Pemerintah menarik investasi di sektor migas diantaranya
dengan merubah rezim cost recovery
menjadi gross split yang bisa
menghemat proses plan of development
(POD) menjadi hingga 1 bulan dari yang sebelumnya bisa 10 tahun; pemangkasan
regulasi termasuk penghapusan syarat Surat Keterangan Terdaftar Usaha Penunjang
Migas (SKT Migas); membuka akses data agar para investor migas melakukan
analisis berbasis blok; serta semua sistem dibuat berbasis daring. Indonesia
tidak lagi menunggu bola, tetapi juga menyampaikan lapangan mana yang dipunya.
Dengan cara ini nilai lelang blok meningkat dari sekitar 500 ribu dolar AS
menjadi 2,5 juta dolar AS, bahkan 30 juta dolar AS untuk Blok West Ganal.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023