;

Impor Migas Momok Neraca Dagang

Lingkungan Hidup Benny 16 Oct 2019 Kontan
Impor Migas Momok Neraca Dagang
Neraca perdagangan Indonesia kembali memerah. Beban utama defisit neraca perdagangan berasal dari neraca minyak dan gas alam (migas), meski impor migas sudah menyusut drastis. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor Indonesia sepanjang Januari -September 2019 mencapai US$ 124,17 Miliar. Sementara impor mencapai US$ 126,12 Miliar. Dengan kinerja itu, defisit neraca dagang sembilan bulan ditahun ini sebesar US$ 1,95 Miliar. Jika dirinci, dari total ekspor itu, ekspor non migas mencapai US$ 114,75 Miliar, sedangkan ekspor migas hanya US$ 9,42 Miliar. Sementara dari total impor sebesar US$ 124,17 Miliar , sebesar US$ 110,253 Miliar adalah impor non migas, sedangkan impor migas US$ 15,86 Miliar. Ini artinya, selama periode tersebut neraca migas masih defisit US$ 6,44 Miliar, sedangkan neraca non migas surplus US$ 4,49 Miliar. Impor migas secara tahunan turun 30,5% sejalan bertambahnya penyerapan minyak mentah jatah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Vice President Corporate Comunication PT Pertamina mengatakan total penyerapan minyak mentah domestik hingga pertengahan Oktober 2019 mencapai 128,2 milion barel crude per day (MBCD). Pertamina juga meningkatkan produksi bahan bakar minyak lewat proyek langit biru di kilang Cilacap dan kilang Balongan.

Menurut ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai, pemerintah bisa mengurangi impor migas dengan menaikan kewajiban campuran solar dengan minyak nabati dari B20 menjadi B30 dan B40. Pendapat yang berbeda dari ekonom Bank Permata Josua Pardede, neraca dagang Indonesia akan tetap mengalami tekanan lantaran ekspor tertahan ketidakpastian pemulihan ekonomi global, pemerintah harus kembali menebar stimulus untuk mendongkrak ekspor demi perbaikan neraca perdagangan ke depan.
Tags :
#Migas
Download Aplikasi Labirin :